Warga Bangladesh Ditangkap Imigrasi Sukabumi di Cianjur

SUKABUMI — Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Sukabumi Jawa Barat, tankap warga negara asing (WNA) asal Bangladesh di Cianjur sebab menyalahi aturan keimigrasian Indonesia.

“Tersangka yang diketahui bernama Kaiser Imam Mandal melakukan tindak pidana keimigrasian yang dilakukan dengan sengaja yakni memberikan data yang tidak sah untuk memperoleh dokumen perjalanan RI bagi dirinya sendiri,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Sukabumi, M Taufik Sulaeman di Sukabumi, Jum’at (25/09).

Darfi informasi yang dihimpun, kasus tersebut terungkap saat tersangka mengajukan permohonan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi Maret 2020 lalu, tapi petugas mencurigai dokumen persyaratan berupa kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), kartu keluarga, serta buku nikah.

Dari kecurigaan itu, pihak Kantor Imigrasi langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Penyelidikan dilakukan dengan menghubungi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur terkait dokumen kependudukan WNI serta buku nikah itu.

Keterangan dari dua instansi itu ternyata KTP serta KK dan buku nikah milik WNA Bangladesh sah. Tidak sampai itu, Kantor Imigrasi Sukabumi kemudian menghubungi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham untuk mengetahui kewarganegaraan Kaisar Imam Mandal, dan ternyata belum menjadi warga Indonesia.

Dengan mengumpulkan berbagai bukti serta keterangan akhirnya Kantor Imigrasi Sukabumi menyatakan bahwa apa yang telah dilakukan tersangka memang melanggar aturan keimigrasian Indonesia serta dilakukan penangkatakan di rumah di Kampung Bakom, Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur.

Tersangka melanggar dua pasal sekaligus, yakni Pasal 126 huruf C UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian juncto Pasal 119 ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 2011. WNA itu terancam hukuman penjara selama lima tahun dan denda Rp 500 juta.

“Saat ini tersangka kami titipkan ke Lapas Kelas II B Nyomplong, Kota Sukabuimi dan kasusnya sudah P21 yang dalam waktu dekat akan segera disidangkan. Meskipun tersangka berdomisili di Cianjur, tapi melakukan aksinya di Kota Sukabuimi tepatnya di Kantor Imigrasi Sukabumi,” tambahnya.

Taufik mengatakan, ternyata dari hasil penyidikan tersangka telah tinggal di Cianjur sejak 2011 dan menikah dengan warga setempat. Bahkan, selama itu pun Kaiser tidak pernah kembali ke negaranya, sehingga berstatus over stay.(rol)

 

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan