Pabrik Kayu di Baros Hangus Terbakar

BAROS — Pabrik pengopenan kayu di Kampung Genteng RT01/05 Kelurahan Baros Kecamatan Baros Kota Sukabumi Jawa Barat, hangus dilalap sijago merah Kamis, (10/10).

Dari data yang dihimpun www.sukabumizone.com, peristiwa kebakaran tersebut terjadi pukul 24.00 WIB dan menghabiskan sebagian besar area pabrik pengopenan kayu tersebut. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dan kerugian belum bisa ditaksirkan.

Komandan Regu (Danru) 1 Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sukabumi Dadi Kusmawandi mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari petugas piket Damkar melalui telephone dan dari pihak kepolisian. “Bahwa sekitar Pukul 24.00 WIB telah terjadi kebakaran di lokasi tersebut, lalu kami langsung melucur ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pemadaman,” kata Dadi kepada www.sukabumizone.com Kamis, (01/10).

Ia menjelaskan, sampai saat ini api belum bisa dipadamkan seluruhnya. Sebab yang mereka tangani tersebut pabrik pengopenan kayu untuk bahan-bahan figura dan palet yang mudah terbakar.

“Untuk korban jiwa dalam peristiwa ini tidak ada baik itu pemilik maupun pekerja. Namun sekitar pukul 04.00 WIB kami mengalami sedikit insident, salah seorang anggota kami ada yang tersengat aliran listrik pada saat melakukan pemadaman, tetapi semua sudah ditangani dan dibawa ke Rumah Sakit Syamsudin, Alhamdulillah kondisinya saat ini sudah membaik,” jelasnya.

Lanjutnya pihak Damkar berharap, para palaku usaha memiliki sistem proteksi kebakaran. “Sebab itu, merupakan salah satu manajemen untuk pemadam api sebagai langkah awal yang sangat berguna bagi para pengusaha,” tuturnya.

Di tempat yang sama Camat Baros R. Ramiarto, mengaku kecewa karena pabrik itu tidak memiliki alat pemadam. “Setelah saya melihat kedalam pabrik dan pengakuan dari dua pekerja bagian open sif malam, kejadian kebakaran itu bermula dari tempat open pengering kayu, tapi sayangnya tidak ada Alat Pemadam Kebakaran (APAR) ini yang membuat saya kecewa,” ungkapnya.

Ia berharap, dari peristiwa ini dapat menjadi perhatian bagi para pengusaha agar bisa memperhatikan dan menerapakan standarisasi keselamatan para pekerja. “Mudah-mudahan ke depan siapapun pengusaha yang menggunakan sarana prasarana yang beresiko terhadap bencan baik itu banjir, kebakaran, gempa dan lainya, ini wajib memiliki standarisasi keselamatan,” harapnya.(Kusnandar)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan