Seorang Warga Ciambar Diduga Jadi Korban Human Trafficking

SUKABUMI — Resti Agustini (39 tahun) asal Pasir Angin Desa Munjul Kecamatan Ciambar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, diduga telah menjadi korban perdagangan manusia (Human trafficking). Dari informasi yang diperoleh menyebutkan, korban telah disaluran salah satu perusahaan penyalur tenaga kerja Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi belum lama ini.

Suami korban Udjang Rusman Widjaya mengaku, telah berusaha mencari perusahaan penyalur ke wilayah tersebut. Namun, hasilnya nihil. “Kenapa saya menyebut ilegal dan identik dengan perdagangan manusia. Sebab, ketika saya menelusuri keberadaan perusahaan itu ke Kecamatan Parungkuda ternyata tidak ditemukan,” ungkap Ujang kepada wartawan Jum’at (30/10/2020).

Lanjut Ujang, setelah mencari keberadaan perusahaan itu dan hasilnya nihil, ia tidak putus asa dan berusaha mencari keterangan dari para PRT yang pernah disalurkan perusahan tersebut.

“Menurut keterangan dari sejumlah PRT yang pernah disalurkan perusahaan ini, dalam aksinya perusahaan penyalur ini sudah merekrut ratusan orang lebih untuk memenuhi pesanan dari Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dengan upah mulai Rp. 50.000,-sampai Rp. 75.000,-/perharinya. Upah tersebut, belum dipotong jasa penyalur yaitu, DP untuk ongkos antara jemput. Lalu, mereka diduga menjula PRT dengan tarif Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta,” tandasnya.

Ia menjelaskan, Resti pergi dari rumah tanpa seijinnya pada Rabu (28/10/2020) lalu, dengan cara mengenda-endap dijemput dan diantarkan kepemesannya.

“Saya khawatir, bagaimana jika dengan dalih untuk pekerja PRT lalu dipekerjakan sebagai wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) itu bisa saja terjadi. Perekrutan tenaga kerja sudah diatur oleh pemerintah melalui instansi terkait dan hal itu patut dipertanyakan mengapa terkesan ada pembiaran dari dinas terkait,” pungkasnya. (RDW)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan