Akibat Bencana, Kerugian di Sukabumi Capai Rp 5,3 Miliar

ilustrasi

SUKABUMI KAB — Dalam kurun waktu Januari sampai Oktober 2020 telah terjadi sebanyak 148 kejadian bencana di Kota Sukabumi Jawa Barat. Ratusan kejadian bencana itu menyebabkan kerugian hingga Rp 5,35 miliar.

”Dari data yang ada dalam kurun waktu Januari-Oktober 2020 ada 148 kejadian bencana,” ungkap Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Kegiatan itu, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di tengah potensi bencana yang naik di kondisi peralihan musim dari kemarau ke musim hujan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi sampai Oktober 2020 di Kota Sukabumi ada 148 kejadian bencana.

Rinciannya angin puting beliung 2 kejadian, banjir 5 kasus, cuaca ekstem 44 kejadian, kebakaran 15 kejadian, longsor 51 kejadian serta gempa bumi 31 kejadian. Meskipun tidak terdapat korban jiwa, ada sebanyak 150 jiwa terdampak serta 75 rumah rusak ringan hingga berat.

Kerugian materil mencapai Rp 5,35 miliar. Besarnya kerugian ini ke depan harus dapat diantisipasi dengan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana. ”Apel konsolidasi bersama TNI, Polri serta elemen lainnya dalam rangka saling menguatkan dalam hal mengantisipasi bencana,” ujar Fahmi.

Dari pengecekan, jika di Kota Sukabumi seandainya terjadi musibah bencana dapat melakukan mitigasi serta penanganan. Apalagi di puncak musim hujan yang seringkali diiringi dengan potensi banjir serta longsor.

Karena itu, pada Sabtu lalu, apel siap siaga bencana dalam mempersiapkan diri untuk pencegahan serta minimalisir dampak dan lakukan penanganan dengan cepat. Fahmi mengatakan, selain potensi bencana fisik, sejak awal November memasuki peralihan musim pancaroba dari kemarau ke penghujan dan perlu diwaspadai cuaca ekstrem fenomena La Nina. Sehingga, BMKG mengeluarkan imbauan warga hati-hati atas cuaca ekstrem dan dampak yang ditimbulkannya.

Ke depannya, ada upaya penyadaran kemampuan menghadapi bencana serta tercipta budaya tangguh bencana. Saat ini di kota ada dua kelurahan tanggap bencana yakni Cipanengah dan Sukakarya jadi modal untuk terus ditingkatkan Sukabumi jadi zona bebas bencana.

Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo menambahkan, aparat TNI siap membantu upaya penanganan bencana. Selain itu meminta warga meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana di tengah tingginya intensitas hujan.(rol)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan