PPNI

logoppninew

 

PERAN  PPNI

DALAM KEGIATAN PERKESMAS

DI KABUPATEN SUKABUMI

 

 PROFIL PPNI

 

Visi :

Sebagai wadah nasional  komunitas keperawatan Indonesia

yang peduli terhadap  pelayanan/asuhan keperawatan yang

bermutu dan sesuai bagi masyarakat

Kab SMI:

Wadah /rumah PPNI terhadapa pelayanan perkesmas

 

 

MISI:

  1. Menguatkan manajemen dan kepemimpinan PPNI untuk menjadi organisasi  profesi  dengan jejaring yang kuat ditingkat  kabupaten, dan komisariat
  2. Mendukung perawat untuk melakukan praktik keperawatan yang aman, kompeten dan profesional
  3. Menjadi pintu gerbang standar keperawatan regional dan Internasional
  4. Kab.Smi:

–          Konsolidasi

–          Advokasi Dan Kolaborasi Lintas Profesi

  1. MOTO : MASAGI

–          M= Motivasi,  A = Ahlaqukarimah, S=Selalu meningkatkan Iptek

–          A= Aktif,kreatif,bijaksana G= Giat bekerja, I= Iklas

 

TANGGUNG JAWAB

×          PPNI mengemban tanggung jawab mengawal tercapainya amanah melalui berbagai kegiatan dan upaya bersama berbagai unsur terkait,  pemerintah dan swasta, perorangan dan kelompok termasuk profesi lain didalam maupun luar negri

 

 

 

CIRI UTAMA PROFESI

 

}  Memiliki Ilmu pengetahuan √

}  Melalui pendidikan tinggi (minimal jenjang strata 1 profesi) √

}  Melakukan praktik menggunakan metodologi  √

}  Melakukan pengendalian secara otonom

}  Memiliki Kode etik profesi √

Sementara KONSIL KEPERAWATAN belum terbentuk,  penyusunan standar dilakukan oleh PPNI, dengan dasar hukum sbb.:

 

  1. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
  2. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  3. Peraturan Pemerintah No.32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
  4. Keputusan Menteri Kesehatan No.1239/Menkes/SK/XI/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat
  5. Permenkes no.161 ttg registrasi tenaga kesehatan

 

STANDAR PROFESI

  1. STANDAR KINERJA PROFESIONAL
  2. STANDAR PRAKTEK
  3. STANDAR KOMPETENSI

 

STANDAR KOMPETENSI

Mencerminkan kompetensi perawat sesuai jenis dan jenjang terhadap ranah atau aspek kompetensi berikut:

—  – Praktek profesional, etis, legal dan peka budaya

—  – Pemberian asuhan dan manajemen asuhan keperawatan

—  – Pengembangan profesional

 

PENGAWALAN PELAKSANAAN STANDAR

—- Merupakan kewajiban organisasi profesi (PPNI) sesuai Permenkes 148/2010, ps 13/1 dan Kepmenkes 1239/2001, ps 27/4

— – Dijalankan secara berjenjang, sesuai jenjang kepengurusan

— – Dilaksanakan bersama dengan elemen lain

Peran Organisasi Profesi PPNI

—- Menetapkan sistem jenjang karir professional (sudah dikonvensikan secara nasional)

—- Mendorong pengakuan terhadap struktur pengembangan karir (termasuk jenjang klinik) melalui Pemerintah

—- Mengkawal sistem pendidikan keperawatan sebagai pendidikan profesi bersama AIPNI

—- Menetapkan standar PBP/CPD pengembangan karir  bagi perawat

— -Memastikan PBP/CPD cukup fleksibel untuk mobilitas karir dan akses untuk peluang kewirausahaan dan/atau praktik mandiri

 

Peran dalam mengkawal Penerapan Standar Kompetensi

—  Menetapkan pernyataan sikap (Position Statement) PPNI tentang penerapan Standar Kompetensi secara nasional

—  Memastikan standar kompetensi yang sudah ditetapkan secara nasional mengacu standar internasional (ICN), yang dipakai a.l. untuk:

1. Menyusun kurikulum keperawatan berbasis kompetensi

2. uji kompetensi sebelum memperoleh lisensi praktik

3. Menjadi acuan utama dalam telaah etik, disiplin dan hukum

4. Mengembangkan sistem jenjang karir professional perawat dalam konteks sistem penghargaan berbasis  kompetensi

5. Mengembangkan Sistem   Pendidikan  Berkelanjutan bagi Perawat (Continuing Professional  Development)

6. Indikator pemantauan dan evaluasi mutu

 

STRATEGI PENGAWALAN KUALITAS

PP PPNI:

  • menetapkan berbagai kebijakan mengacu kebijakan nasional dan keyakinan profesi
  • Mendorong dan memfasilitasi upaya dan kegiatan berbagai jenis dan jenjangi pusat penyelenggaraan (nara sumber, legal aspek dll)
  • Menggalang kerja sama dalam upaya peningkatan kualitas  anggota dengan berbagai pihak dalam maupun luar negri termasuk pertemuan nasional dan international

 

PROPINSI

  • memfasilitasi dan monitoring pelaksanaan upaya  peningkatan dan penjaminan mutu dipropinsi, kabupaten/ kota
  • Menyediakan nara sumber
  • Menyelenggarakan berbagai kegiatan keprofesian berkoordinasi dengan elemen propinsi yang ada termasuk pemerintahan dan penguruas pusat

 

KABUPATEN/KOTA

— – Memfasilitasi dan monitoring pelaksanaan upaya  peningkatan dan  penjaminan mutu dikomisariat

—  – Mengkompilasi status anggota, kewajiban dan haknya  termasuk kualitas  yang dipersyaratkan ( pemenuhan standard )

—  – Melaksanakan berbagai upaya pemenuhan hak dan kewajiban  anggota diwilayahnya sesuai kebutuhan bekerja sama dengan unsur Pemda

 

KOMISARIAT

—  – Mengkompilasi status anggota, kewajiban dan haknya  termasuk kualitas  yang dipersyaratkan ( pemenuhan standard )

—  – Melaksanakan berbagai upaya pemenuhan hak dan kewajiban  anggota sesuai kebutuhan anggota berkoordinasi dengan kabupaten/kota

 

Peran PPNI dlm Perkesmas

— – Perkesmas merup. Garda terdepan terhadap pelayanan keperawatan

— – Menetapkan mekanisme pelaksanaan pelayanan baik di dalam maupun di luar gedung Puskesmas sesuai tugas pokok dan fungsi perawat

—  – Mengkawal  pelaksanaan kegiatan program perkesmas yang dilakukan oleh perawatan di komunitas

 

 

KERANGKA  ACUAN

PELATIHAN PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT (PERKESMAS )

  DINAS KESEHATAN  KABUPATEN SUKABUMI TAHUN  2012

I.              Pendahuluan

 

Puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan dasar yang paling dekat dengan masyarakat sangat menentukan kinerja Kabupaten untuk mewujudkan masyarakat sehat di wilayahnya. Prinsip penyelenggaraan upaya kesehatan yang menyeluruh, terpadu, terjangkau dan bermutu merupakan prinsip yang diterapkan di Puskesmas, sehingga kinerja Puskesmas lebih optimal.

Saat ini permasalahan kesehatan yang dihadapi cukup kompleks, upaya kesehatan belum seluruhnya dapat memenuhi keinginan  masyarakat, keadaan ini semakin dipersulit dengan masih terbatasnya jumlah sumber daya manusia baik dari aspek kuantitas maupun kualitasnya termasuk didalamnya peran perawat di Kabupaten Sukabumi yang berjumlah 448 tersebar di 58 puskesmas, dengan rasio perawat per 100.000 penduduk di Dinas kesehatan Kabupaten Sukabumi adalah 16.81 dari target 117,5  ( data tahun 2011).

Upaya keperawatan kesehatan masyarakat merupakan upaya kesehatan pengembangan yang terintegrasi dalam upaya kesehatan wajib, diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat lebih bermutu dan terjangkau.

Upaya keperawatan kesehatan masyarakat adalah pelayanan professional yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan di puskesmas yang dilaksanakan oleh perawat, keperawatan kesehatan masyarakat adalah perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat serta mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitativ secara menyeluruh dan terpadu, ditujukan pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat sebagai suatu kesatuan yang utuh melalui kehidupan manusia secara optimal sehingga mandiri dalam upaya kesehatannya

 

II.            Tujuan

  1. Tujun Umum

Perawat berperan dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah keperawatan kesehatan masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.

  1. Tujuan Khusus
  • Perawat memahami pengertian sehat dan sakit oleh masyarakat.
  • Perawat dapat meningkatkan kemampuan individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat untuk melaksanakan keperawatan dasar dalam rangka mengatasi masalah kesehatan.
  • Perawat dapat menangani keluarga rawan yang memerlukan pembinaan dan pelayanan keperawatan
  • Perawat dapat melayani kelompok-kelompok khusus/ panti yang memerlukan pembinaan dan pelayanan keperawatan
  • Perawat dapat melayani kasus-kasus resiko tinggi yang memerlukan pelayanan keperawatan di Puskesmas dan di rumah.

 

  1. III.          Sasaran

Sasaran Pelatihan Perkesmas ini adalah 3 orang perawat dari 58 puskesmas yang ada di Kabupaten Sukabumi.

 

  1. IV.         Langkah-langkah Kegiatan

Input      :

  1. Peserta
  2. Narasumber
  3. Pengelola Program
  4. Alokasi Kegiatan
  5. Jadwal Kegiatan
  6. Pembiayaan

Proses    :

  1. Pelaksanaan Pelatihan angkatan I   tanggal 11 – 13 September 2012
  2. Pelaksanaan Pelatihan angkatan II  tanggal 18 – 20 September 2012
  3. Pelaksanaan Pelatihan angkatan III tanggal 25 – 27 September 2012.

 

Output   :

  1. Dipahaminya kondisi program Perkesmas di puskesmas  serta rencana  anggaran untuk kegiatan perkesmas
  2. Diperolehnya data sasaran perkesmas  di 58 puskesmas
  3. Dilaksanakannya penanggulangan dan pembinaan pada sasaran perkesmasdengan  target 52 KK rawan/ tahun
  4. Dicapainya kesepakatan tentang sistem pelaporan perkesmas di tingkat puskesmas dan tingkat kabupaten.

 

  1. V.           Pembiayaan

Kegiatan Pelatihan perawatan kesehatan masyarakat dibiayai melalui dana APBD Propinsi Jawa Barat Tahun 2012.

 

  1. VI.         Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan Pelatihan Perkesmas dilaksanakan di : Hotel Yustik , Selabintana Sukabumi, pada tanggal :

  1. Tanggal 11 – 13 September 2012  angkatan I
  2. Tanggal 18 – 20 September 2012  angkatan II
  3. Tanggal 25 – 27 September 2012  angkatan III

 

  1. VII.       Indikator Keberhasilan

 

Output   :

  1. Dipahaminya kondisi program perkesmas di puskesmas  serta rencana  anggaran untuk kegiatan perkesmas
  2. Diperolehnya data sasaran perkesmas  di 58 puskesmas
  3. Dilaksanakannya penanggulangan dan pembinaan pada sasaran perkesmas dengan  target 52 KK rawan/ tahun
  4. Dicapainya kesepakatan tentang sistem pelaporan perkesmas di tingkat puskesmas dan tingkat kabupaten.

 

Outcome:

  1. Terjalinnya keterpaduan kegiatan perkesmas dengan program gizi, kesehatan lingkungan (kesling), kesehatan ibu dan anak (KIA), dan penanggulangan penyakit menular (P2M).
  2. Terlaksananya kegiatan pokok perkesmas di puskesmas, antara lain :
    1. Pembinaan Perkesmas terhadap masyarakat mempunyai masalah
  • Masyarakat di daerah endemis suatu penyakit
  • Masyarakat dengan keadaan lingkungan buruk
  • Masyarakat di daerah yang mempunyai masalah kesehatan yang menonjol
  • Masyarakat yang mempunyai kesenjangan yankes dari daerah lainnya
  • Masyarakat di daerah pemukiman baru
  • Masyarakat di daerah terpencil dan desa tertinggal
  1. Pembinaan Kesehatan Keluarga Rawan
  • Maternal
  • Bayi
  • Balita
  • Usila
  • Penyakit Kronis
  • Drop Out (DO)
  1. Pelayanan Keperawatan Kesehatan Maternal Risti dan Balita Risti
  • Maternal
  • Bayi
  • Anak Balita
  1. Pembinaan terhadap Kelompok Tindak Lanjut di rumah
  • Kasus tertentu pasca perawatan di RS atau puskesmas
  • Post Operasi katarak, MOW, MOP
  • Penderita yang seharusnya dirujuk karena suatu alasan tidak dirujuk
  • Kasus DO di yankes
  1. Pembinaan terhadap Kelompok Khusus / Masyarakat
  • Kelompok khusus terkait dalam institusi
  • Kelompok khusus tidak terkait dalam institusi
  1. Perawatan Individu di Ruangan Rawat Inap Puskesmas

 

  1. VIII.     Penutup

Dengan adanya Pelatihan Perkesmas ini, diharapkan perawat dapat memahami peran dan fungsinya sehingga dapat menjawab berbagai permasalahan kesehatan masyarakat , dan  secara bertahap pula perawat Puskesmas diharapkan makin professional dalam melakukan tugasnya.

 

Jadwal Kegiatan Pelatihan Perawatan Kesehatan Masyarakat

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Tahun 2012

 

Hari

Jam

Kegiatan

Narasumber/ Fasilitator

Pengg

Jawab

I

08.00-08.30

Pendaftaran Peserta Panitia

Panitia

08.30-09.00

Pembukaan1.Laporan Panitia2. Pembukaan oleh Kadis PanitiaDr.Hj Adrialty,MKM

09.00-09.15

Isoma

09.45-10.00

Penjelasan tata tertib dan pretest Panitia

10.00-10.45

Kebijakan Perkesmas Puskesmas di Kab. Sukabumi Kabid Yankes

10.45-11.30

Peran PPNI Kab.Sukabumi dalam Pelaksanaan Perkesmas Ketua PPNI Kab. Sukabumi

11.30-12.15

Tugas Pokok dan fungsi bina pelayanan Keperawatan dan evaluasi program perkesmas di kab. Sukabumi tahun 2012 Kasi Yankes

12.15-13.15

Isoma

13.15-14.00

Konsep Pelaksanaan Keperawatan Komunitas Suprapto.SPd,Skep,MM

14.00-14.45

Konsep Keperawatan Individu Suprapto.SPd,Skep,MM

14.45-16.00

Konsep Keperawatan Keluarga dan masyarakat Suprapto.SPd,Skep,MM

16.00-16.30

Isoma

16.30–17.30

Ekpose hasil kegiatan Perkesmas hasil PKP 2012 Penram

17.30-19.00

Isoma

19.00-20.00

Penjelasan anggaran bagi  kegiatan Perkesmas Penram/Yankes

Hari

Jam

Kegiatan

Narasumber/ Fasilitator

Peng

Jawab

II

08.00-08.15

Pengarahan Panitia

Panitia

08.30-09.00

Asuhan Keperawatan Pada lansia Tim  Yankes

09.00-09.15

Isoma

09.45-10.00

Asuhan Keperawatan Pada Anak Balita/ Dewasa Tim Yankes

10.00-10.45

Asuhan Keperawatan Pada ibu hamil Tim Yankes

10.45-12.00

Asuhan Keperawatan Pada Gizi Buruk Anak Balita Kasie Gizi/H.Dani

11.30-12.15

Asuhan Keperawatan Pada Kasus Hipertensi Tim

12.15-13.15

Isoma

13.15-14.00

Asuhan Keperawatan Pada  Kasus Ispa Tim

14.00-14.45

Asuhan Keperawatan Pada kasus Diare Tim

14.45-16.00

Pengembangan Manajemen Kinerja (PMK) Tim

16.00-16.30

Isoma

16.30-17.30

Latihan Pengisian Formulir perkesmas Tim

17.30-19.00

Isoma

19.00-20.00

Hubungan Kegiatan perkesmas dengan angka kredit Japung Perawat Kepegawaian

 IFORMASI TERKINI :

Ratusan Perawat Ikuti Pelatihan Perkesmas

 

SUKABUMIZONE.COM,SUKABUMI– Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sukabumi, berkolaborasi dengan Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, menggelar pelatihan Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) di Vila Yustik Salabintana Kabupaten Sukabumi 11 sampai 27 September 2012.

Dari data yang tercatat, kegiatan tersebut dibagi menjadi tiga angkatan dengan jumlah perserta dari 58 Pusekesmas di Kabupaten Sukabumi kurang lebih 448 peserta.

Ketua Panita Penyelenggar Pelatihan Perkesmas yang juga sebagai Ketua Yayasan PPNI Kabupaten Sukabumi Unang Hidayat mengatakan, kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan target. “Kami harap dengan digelarnya pelatihan ini, seluruh perawat di Kabupaten Sukabumi  yang berperan dalam meningkatkan kemandirian serta mengatasi masalah keperawatan kesehatan masyarakat dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal,” kata Unang kepada www.sukabumizone,com Rabu, (19/9).

 

PHOTO: Pelatihan Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) di Vila Yustik Salabintana Kabupaten Sukabumi 11 sampai 27 September 2012.

 

Ia mengulas, Puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan dasar yang paling dekat dengan masyarakat sangat menentukan kinerja Kabupaten untuk mewujudkan masyarakat sehat di wilayahnya. “Prinsip penyelenggaraan upaya kesehatan yang menyeluruh, terpadu, terjangkau dan bermutu merupakan prinsip yang diterapkan di Puskesmas, sehingga kinerja Puskesmas lebih optimal,”tuturnya.

Menurutnya, saat ini permasalahan kesehatan yang dihadapi cukup kompleks, upaya kesehatan belum seluruhnya dapat memenuhi keinginan  masyarakat, keadaan ini semakin dipersulit dengan masih terbatasnya jumlah sumber daya manusia baik dari aspek kuantitas maupun kualitasnya termasuk didalamnya peran perawat di Kabupaten Sukabumi data 2011 yang berjumlah 448 tersebar di 58 puskesmas, dengan rasio perawat per 100.000 penduduk di Dinas kesehatan Kabupaten Sukabumi adalah 16.81 dari target 117,5.

“Upaya Perkesmas merupakan upaya kesehatan pengembangan yang terintegrasi dalam upaya kesehatan wajib, diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat lebih bermutu dan terjangkau,”papar Unang.

Lanjutnya, upaya Perkesmas sebagai bentuk pelayanan professional perawat di Puskesmas. “Keperawatan kesehatan masyarakat adalah perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan dan peran serta masyarakat sehingga mandiri dalam upaya kesehatannya. Hal ini tentu mengacu pada kerangka pelatihan Perkesmas yang saat ini digelar,”tandasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Dasar Dinkes Kabupaten Sukabumi yang juga sebagai narasumber pelatihan Perkesmas Wiwin menjelaskan, semua petugas kesehatan harus bisa memberikan pelayaanan yang bermutu kepada masyarakat. “Sementara pelayanan yang bermutu bukan hanya tugas pihak kesehatan. Namun, harus didampingi dengan peran serta masyarakat,”jelasnya.

Ia berharap semua petugas pelayanan kesehatan memberikan pelayanan bermutu sesuai dengan tugas dan fungsinya. “Dengan pelatihan ini maka pengetahuai yang sudah mereka miliki lebih terasah kembali,”pungkasnya. Sep

 Berita terkini:

Peran PPNI Kabupaten Sukabumi pada Bansos berupa pengobatan massal, khitanan massal dan pelayanan KB KES TNI pada acara Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Ke-67 serta hari jadi Kabupaten Sukabumi Ke-67 di Kantor Kecamatan Parakansalak Jum’at, (21/9).

Ratusan Warga Parakansalak Dapat Bantuan Sosial


“Pada HUT TNI dan Hari Jadi Kab. Sukabumi Ke-67″

SUKABUMIZONE.COM,SUKABUMI–Ratusan warga Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi, mendapatkan bantuan sosial (Bansos) berupa pengobatan massal, khitanan massal dan pelayanan KB KES TNI pada acara Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Ke-67 serta hari jadi Kabupaten Sukabumi Ke-67 di Kantor Kecamatan Parakansalak Jum’at, (21/9).
Panitia penyelenggara Bansos Pasiter Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi Kapten Inf.Sudaryo mengatakan, acara tersebut merupakan kegiatan tahunan TNI sebagai bentuk peran serta TNI dan Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan kesejahtraan masyarakat dibidang kesehatan.
“Kami sangat senang sebab dalam pelaksanaan kegiatan Bansos ini, kami mendapat sambutan baik dari masyarakat,” kata Sudaryono kepada wartawan www.sukabumizone.com Jum’at, (21/9).
Ia pun mengaku bangga atas partisipasi yang cukup baik dari semua pihak. Sehingga, kegiatan yang juga dipelopori Pemda Kabupaten Sukabumi, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sukabumi, Keluarga besar FKPPI-GM FKPPI 1006 Kabupaten Sukabumi dapat berjalan sesuai rencana. “Kami harap kejasama yang sudah terjalin dapat terjaga. Sehingga, masyarakat yang kurang mampu dan membutuhkan pertolongan kesehatan turut merasakan dampaknya,”cetus pria ramah itu.
Sementara itu, Ketua PPNI Kabupaten Sukabumi Harun Alrasyid menjelaskan, Bansos yang digelar hasil dari kerjasama PPNI,TNI, FKPPI dan lain sebagainya dihadiri kurang lebih 100 orang anak dan ratusan pasien pengobatan gratis. “Kami dari PPNI menerjunkan sekitar 25 perawat untuk melakukan pengobatan, KB KES dan sunatan massal. Kami harap masyarakat dapat terbantu dibidang kesehatan,”jelasnya.
Di tempat terpisah salah seorang pasien pengobatan massal  warga Kampung Ci Herang Desa Sukagersa Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi Hendra mengaku senang dengan adanya pengobatan gratis tersebut. “Jelas kami sangat berterimakasih kepada penyelenggara pengobatan gratis. Kalau ke dokter selain jauh juga mahal Pak, kami harap bantuan pengobaran seperti ini bisa dilakukan secara terus menerus,” tukasnya. Dendi/Bambang

PPNI Kabupaten Sukabumi Gelar Muscab Ke-VII


SUKABUMIZONE.COM, SUKABUMI– Ratusan anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupeten Sukabumi Jawa Barat, menggelar acara musyawarah PPNI Kabupeten Sukabumi ke VII yang diselenggarakan di Hotel Agusta Sukabumi selama dua hari mulai dari Rabu, 29 Mei sampai Kamis, 30 Mei 2013 mendatang.
Ketua Panitia Maman Surahman mangatakan, acara ini merupakan hajat PPNI untuk menyeleksi ketua periode yang baru dan selalu dilaksanakan lima tahun sekali. Semua anggota PPNI dari Tujuh komisariat dilibatkan dalam acara tersebut. “Misalnya saja, Perwakilan dari Rumah Sakit (RS) Jampang Kulon, RS. Palabuhanratu, RS. Sekarwangi, Puskesmas, RS. Bheta Medika, RS.Bhakti Medicare, Rumah Sakit Hermina,” kata Maman kepada www.sukabumizone.com Kamis, (29/05).
Lanjut maman, acara yang bertema musyawarah daerah PPNI ke VII maka tingkatkan propesionalsme perawat dapat mandiri dan berakhlak mulia. “Serta kita dukung program MDG melalui penurunan angka kematian ibu dan bayi,”jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi Ahmad Jajuli berharap PPNI dapat mementingkan kepentingan masyarakat dalam pelayanan yang optimal serta harus menyehatkan masyarakat.” Bahkan, PPNI harus menjadi lembaga propesi yang sesuai dengan tufoksinya sehingga bisa mensejahtrakan pegawainya dan masyarakat. Bukan hanya itu, keberhasilan yang sudah dicapai tetap dipelihara dan di tingkatkan demi meningkatkan taraf hidup bersih dan sehat. PPNI tetap maju dan berkibar,”pungkasnya. Dendi

Harun Alrasyid Terpilih Menjadi Ketu PPNI Kabupaten Sukabumi


SUKABUMIZONE.COM, SUKABUMI–Setelah melewati beberapa tahapan hingga sampai pada pemilihan Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupeten Sukabumi Jawa Barat di Hotel Agusta Sukabumi Kamis, (30/05). Dari empat kandidat yang dicalonkan akhirnya Harun Alrasyid terpilih menjadi Ketua PPNI priode berikutnya.
Dari informasi yang dihimpun, ada 1360 perawat yang sudah tercatat di Kabupaten Sukabumi sebagai angota PPNI. Namun yang berhak memilih hanya 117 perawat.” Proses musyawarah PPNI Kabupeten Sukabumi ke VII dari 29 hingga 30 Mei 2013 berjalan dengan lancar dan aman sampai pada proses pelantikan kandidat terpilih,”tutur Maman kepada www.sukabumizone.com Kamis, (30/05).
Di tempat yang sama Ketua PPNI terpilih Harun Alrasyid mengatakan, dimasa jabatanya ia akan menerapkan program yang bersifat kolektif. “Tentu mulai dari ketua sampai anggota yang paling bawah akan saling bersinergi untuk bekerja sama dalam memajukan organisasi perawat,”katanya.  Selain itu, lanjut Harun perawat harus bekerja berdasarkan nurani dan keilmuannya. “Juga harus berdasar pada aturan sehingga perawat tidak salah kaprah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di masyarakat,”tandasnya.
Ia mengulas, perawat diharapkan memberikan pelayanan pada masyarakat dan mampu mempertanggungjawabkan profesinya dengan propesional.”Apalagi profesi perawatan merupakan profesi yang mulia. Karena itu, perawat diminta untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat melalui pendidikan formal maupun non formal. Sebab, perawat juga merupakan ujung tombak, ” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi Sukmawijaya berharap lembaga PPNI dapat menumbuhkan semangat dan gairah baru dalam menjalankan organisasi dan profesinya yang sudah di atur dengan Undang-Undang dan sesuai dengan tufoksi. Hal itu sebagai bentuk dalam meningkatkan dan mewujudkan kesehatan dari profesi dokter, bidan dan perawat.” Kesehatan merupakan bagian dari kesejahtraan rakyat. Karena itu, perawat harus membina dalam meningkatkan kualitas mutu kesehatan dengan cara giat belajar baik belajar teori meupun belajar dari penglaman serta harus memenuhi standar kompetensi keilmuannya. Selamat pada PPNI tetap eksis dan semangat semoga karyanya bermanfaat dan menjadi ibadah,”harapnya. Dendi