• Daerah
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
Sabtu, Januari 24, 2026
Sukabumizone
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
Sukabumizone
No Result
View All Result
Home HEADLINE

ABG Sukabumi Dipaksa Jual Keperawanan

by
7 Januari 2012
in HEADLINE, Peristiwa
0


SUKABUMI KOTA–Sukabumi – Lima remaja perempuan yang masih dibawah umur, menjadi korban perdagangan manusia yang terjadi di wilayah Sukabumi. Bahkan tiga diantaranya dipaksa untuk menjual keperawanannya.

W (18), D (16), C (15) dan I (16), merupakan empat remaja perempuan yang menjadi korban perdagangan manusia, dan berasal dari tempat yang sama, yakni Kampung Cimahi, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Sedang satu warga berasal dari Kelurahan Benteng Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi yakni M (16).

Kelima remaja ini pada awalnya ditawari pekerjaan sebagai babysitter (pengasuh bayi) dan pembantu rumah tangga (PRT) dengan gaji Rp3 juta per bulannya di Kalimantan. Nampaknya mereka tergiur dengan tawaran tersebut.

BacaJuga

Detik-Detik Mencekam Ambulans Desa Mekarsari Tertimpa Pohon di Nyalindung, 8 Penumpang Selamat

Detik-Detik Mencekam Ambulans Desa Mekarsari Tertimpa Pohon di Nyalindung, 8 Penumpang Selamat

23 Januari 2026
Truk Bermuatan Kardus Terguling di Tanjakan Poponcol, Hantam Xenia hingga Ringsek

Truk Bermuatan Kardus Terguling di Tanjakan Poponcol, Hantam Xenia hingga Ringsek

20 Januari 2026
Ketua STIE PASIM Sukabumi Hadiri Peresmian PASIM Go Training Center

Ketua STIE PASIM Sukabumi Hadiri Peresmian PASIM Go Training Center

17 Januari 2026
PWI Pusat Rampungkan Draf Penyempurnaan PD/PRT, Perjelas Mekanisme Pemilihan Ketum dan Pembentukan Majelis Tinggi

PWI Pusat Rampungkan Draf Penyempurnaan PD/PRT, Perjelas Mekanisme Pemilihan Ketum dan Pembentukan Majelis Tinggi

17 Januari 2026

Namun pada kenyataannya mereka diberangkatkan dalam dua rombongan berbeda ke Kota Porong Provinsi Papua Barat pada pertengahan November 2011 lalu. Mereka berangkat dengan menumpang kapal laut selama sepekan.

”Kami bekerja di cafe dan selalu berpindah dari satu cafe ke cafe lain,” ungkap seorang korban, W (18).

Menurutnya, ia dan teman-temannya hanya mendapatkan uang tips dari para tamu yang nilainya tidak pasti. ”Paling besar seratus ribu. Itupun bila ada tamu,” ujar W yang mengaku kesal dengan pekerjaan yang dialaminya tersebut.

Tragisnya, tiga di antara mereka dipaksa untuk menjual keperawanannya kepada pria hidung belang. Mereka masing-masing dijanjikan akan diberi upah sebesar Rp30 juta dan handphone. Namun kenyataannya janji tersebut tidak ditepati semuanya.

”Saya hanya menerima uang lima juta dan HP BlackBerry saja. Saya sedih selama di sana, dan senang akhirnya bisa pulang,” aku salah seorang korban kepada para wartawan.

Ketua Srikandi-Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Sukabumi, Aita Ibhoy Barkawati menjelaskan pihaknya mengetahui terjadi dugaan perdagangan manusia setelah mendapatkan pengaduan dari para orangtuanya. Sejak itulah pihaknya mendapat kuasa untuk mendampingi keluarga dan para korban.

”Kelima anak-anak ini meninggalkan rumah orangtuanya sekitar pertengahan bulan November. Sejak itulah kami berusaha mencari tahu keberadaan mereka dan melaporkan ke Polsek Cisaat,” jelas Aitha yang lebih akrab disapa Ibhoy. Red’

Previous Post

Warga Tenjolaut Berharap Adanya Listrik

Next Post

Target Produksi Padi Meningkat di Kabupaten SUkabumi

Next Post

Target Produksi Padi Meningkat di Kabupaten SUkabumi

BERITA POPULER

  • Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fakta Menarik Sejarah Berdirinya RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegas, DPD Golkar Sukabumi Hanya Ajukan Asjap dan Unang untuk Pilkada 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil dan Potensi Desa Nyalindung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PROFIL DESA CARINGIN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
https://sukabumizone.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Video-2025-07-05-at-14.07.01.mp4
Sukabumizone

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi

Redaksi

  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi