• Daerah
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
Minggu, Mei 10, 2026
Sukabumizone
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
Sukabumizone
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Lalui Jalur Ilegal, 14 Pendaki Tersesat di Pangrango

by
12 Juni 2012
in HEADLINE, Peristiwa
0


SUKABUMIZONE.COM,SUKABUMI–Sebanyak 14 pendaki yang dikabarkan tersesat di Gunung Gede Pangrango. “Mereka naik Ahad (10/6) pagi dari jalur Pasir Sumbu, Puncak Pas, Kabupaten Cianjur, jalur ini ilegal yang tidak masuk dalam izin pendakian,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Agus Wahyudi.

Agus mengatakan, ada tiga jalur pendakian resmi di Pangrango yakni Cibodas Kabupaten Cianjur, Gunung Putri di Kabupaten Bogor dan Selabintana di Kabupaten Sukabumi. Para pendaki yang belum diketahui identitas dan asalnya tersebut lanjut Agus, masuk ke Gunung Pangrango tanpa izin dan melewati jalur ilegal.

Menurut Agus, jalan ilegal yang dinaiki para pendaki tersebut merupakan jalur yang menjadi perlintasan satwa Macan Tutul yang menghuni Gunung Gede Pangrango. “Di daerah itu banyak terdapat kamera pengintai untuk macan tutul ini. Semoga saja mereka tidak bertemu dengan hewan liar ini,” kata Agus.

BacaJuga

Wujudkan Lapas Bersih Halinar, Lapas Warungkiara Razia Blok Hunian

Wujudkan Lapas Bersih Halinar, Lapas Warungkiara Razia Blok Hunian

8 Mei 2026
Geger! Karyawan Minimarket di Kalibunder Ditemukan Tergantung di Rolling Door

Geger! Karyawan Minimarket di Kalibunder Ditemukan Tergantung di Rolling Door

8 Mei 2026
Lapas Warungkiara Tabuh Genderang Perang Lawan Narkoba dan HP Ilegal

Lapas Warungkiara Tabuh Genderang Perang Lawan Narkoba dan HP Ilegal

8 Mei 2026
Amukan Si Jago Merah di Jalur Palabuhan II: Kebocoran Gas Hanguskan Ruko dan Rumah di Cikembar

Amukan Si Jago Merah di Jalur Palabuhan II: Kebocoran Gas Hanguskan Ruko dan Rumah di Cikembar

7 Mei 2026

Agus menyebutkan, jalur yang didaki oleh 14 pendaki itu dulunya juga bekas jalur perlintasan sepeda gunung. Tapi jalur tersebut telah ditutup cukup lama karena selain menjadi jalur lalu lintas macan tutul juga karena lokasinya cukup sulit. Menurut Agus, banyak pendaki yang tersesat karena melewati jalur ilegal.

Agus juga menyayangkan tindakan 14 pendaki yang menggunakan jalur ilegal untuk melakukan pendakian. Mereka yang melakukan pendakian adalah orang-orang terpelajar dimana dua diantaranya dikabarkan adalah dua wartawan. “Mereka sepertinya orang-orang yang paham dengan tata cara pendakian, mareka juga membawa peralatan lengkap seperti GPS,” kata Agus.

Agus mengatakan, seharusnya para pendaki ini menggunakan jalur yang ditentukan. Apalagi untuk bisa mendaki ke Gunung Gede harus mendapat surat izin. Proses pendakian Gunung Gede Pangrango tidak terlalu sulit, untuk masuk ke taman nasional hanya membayar Rp 2.500 dan untuk asuransi Rp 2.000 per orang. Para pendaki akan didata dan diberi surat izin masuk kawasan konservasi.

Setelah itu, para pendaki akan ditemani oleh petugas ataupun relawan saat naik agar tidak tersesat. Berdasarkan informasi terakhir yang diterima oleh petugas polhut dengan salah satu pendaki bernama Andri, mereka masih berada di atas gunung dan kehabisan makanan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Mereka menginformasikan kalau para pendaki dalam kondisi baik. Mereka juga membawa GPS yang dari situ petugas menemukan azimut keberadaan mereka. “Sekarang petugas sedang bergerak menuju lokasi mereka. Petugas dilengkapi dengan logistik dan peralatan lengkap termasuk GPS. Semoga mereka bisa dievakuasi hari ini,” kata Agus.

sumber:Ant

Previous Post

Kerugian Gempa Sukabumi belum Bisa Ditaksir

Next Post

Pemkab Sukabumi berusaha pulangkan 28 TKW di Suriah

Next Post
Pemkab Sukabumi berusaha pulangkan 28 TKW di Suriah

Pemkab Sukabumi berusaha pulangkan 28 TKW di Suriah

BERITA POPULER

  • Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fakta Menarik Sejarah Berdirinya RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegas, DPD Golkar Sukabumi Hanya Ajukan Asjap dan Unang untuk Pilkada 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil dan Potensi Desa Nyalindung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PROFIL DESA CARINGIN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
https://sukabumizone.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Video-2025-07-05-at-14.07.01.mp4
Sukabumizone

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi

Redaksi

  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi