SUKABUMIZONE.COM, SUKABUMI– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, melalui Petugas Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Gunungguruh lakukan pengasapan (Fogging). Hal itu, seiring meningkatnya angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di kecamatan yang masuk kriteria endemis DBD tersebut. Fogging dilakukan diberapa titik yang dianggap rawan DBD misalnya, di Kampung Panyaweuyan, Kampung Talagasari, Kampung Al-huda Desa Sirnaresmi. Pelaksanaan dilakukan selama tiga hari mulai dari Senin, 21 Oktober sampai Rabu, 23 Oktober 2013. Dari data yang tercatat angka kasus DBD untuk wilayah Gunungguruh meningkkat. Hal itu, terhitung dari awal september sampai 23 Oktober 2013 telah di temukan sebanyak tujuh kasus DBD positof. Angka ini lebih besar dibanding bulan sebelumnya yakni, empat kasus DBD terhitung per 30 September 2013. Petuagas penanggulangn Penyakit Menular (P2M) Eri Kustiawan mengatakan, fogging dilakukan secara tersebar dibeberapa RT dan RW per kampung dan langsung disambut antusias masyarakat.” Alhamdullilah masyarakat menyambut dengan baik. Bahkan, kami telah melakukan pengasapan sekitar 200 rumah dari tiga titik. Fogging sendiri bertujuan untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti di pemukiman pada musim pancaroba seperti saat ini. ,” kata Eri kepada wartawan www.sukabumizone.com. Rabu, (23/10). Sebenarnya fogging menurut Eri, kurang efektif untuk membunuh atau memusnahkan nyamuk.” Karena pengasapan yang dilakukan hanya untuk membunuh nyamuk dewasa sedangkan bakal anak nyamuk tidak mati sebab itu, kami sangat mengharapkan kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih atau melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” tuturnya. Lanjut Eri, DBD disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti yang bila tidak segera ditanggulangi bisa menyebabkan penularan kepada warga lainnya.” Ini salah satu penanggulangan untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit yang disebabkan oleh nyamuk mematikan itu. Ya, salah satunya dengan melakukan pengasapan untuk membasmi jentik nyamuk,” sahutnya. Selain itu, jika ada seorang warga yang terkena DBD maka, radius 100 meter dari tempat warga terkena penyakit tersebut harus di fogging.” Hal ini, dilakukan untuk mencegah menularnya penyakit DBD kepada warga lainnya,” ujarnya. Ia berharap, jika ada warga yang terkena penyakit DBD, segera melaporkan ke tempat kesehatan terdekat agar secepatnya ditanggulangi sebelum penyakit tersebut menyebar. Serta untuk membasmi penyakit DBD ini, diperlukan ada kerja sama dari semua sektor baik dengan pemerintah terkait maupun masyarakat.” Penanggulangan perkembangan jentik nyamuk ini adalah dengan menjaga kebersihan dilingkungan masing-masing dan menerapkan PHBS serta melakukan pola 3 M, yaitu mengubur, menguras dan membersihkan tempat penampungan air, serta mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi wadah berkembang-biaknya jentik nyamuk,” Pungkasnya. Dendi





