• Daerah
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
Rabu, Mei 13, 2026
Sukabumizone
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
Sukabumizone
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Di Sukabumi, Kasus Paru Kebal Obat Ditemukan

by
14 Maret 2014
in HEADLINE, Kesehatan
0

SUKABUMIZONE.COM, SUKABAUMI– Penyakit infeksi (baik re-emerging maupun new emerging) saat ini masih tinggi di Indonesia termasuk diantaranya Tuberkulosis/TB. Diindikasikan, hal tersebut akibat adanya pengaruh Epidemic, apalagi pada kasus tersebut ada beberapa resiko yang bakal terjadi pada penderita jika tidak memenuhi standar pengobatan atau menurut bahas medis lebih dikenal Turbekulosis Paru-MDR (Multi Drug Resisten) yang berarti TB kebal obat. Pemerintah dipicu bekerja keras berupaya menanggulangi secara maksimal untuk mencegah terjadinya penularan.
Di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat misalnya, ada beberapa pasien paru-MDR yang kini tengah ditangani pemerintah provinsi salah satunya pasien yang berasal dari Kecamatan Gunungguruh. Menurut informasi, di kabupaten ini ada tiga penderita yang telah positif sebagai pasien paru-MDR. Namun, akibat faktor angka kasus yang masih sedikit MDR masih ditangani pemerintah provinsi sehingga pasien tersebut harus rela berobat secara rutin setiap bulannya ke RS Hasan Sadikin Bandung. “Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi belum melakukan pengobatan terhadap pasien paru yang bersetatus kebal obat. Ya, karena angka kasus masih sedikit serta harga obatnya yang mahal,” kata Petugas Penanggulangan Penyakit Menular Gunungguruh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Eri Kustiawan kepada wartawan www.sukabumizone.com beberapa waktu lalu.
Menurutnya, ada beberapa upaya yang dilakukan petugas kesehatan meliputi standarisasi pelayanan pasien TBC Paru MDR, termasuk tatalaksana diagnosis, pengobatan  serta penjaringan suspek (tersangka) TBC Paru MDR sehingga pasien penderita dapat terdeteksi sedini mungkin sehingga kasus tidak luas. “Namun, ada yang masih mejadi hambatan bagi para petugas dalam melakukan upaya pencegahan dan pengobatan pasien positif yang harus dihantar sampai provinsi. Yakni, ketersediaan anggaran di tingkat daerah sehingga tidak dapat mencukupi seluruh proses yang semestinya harus ditempuh secara maksimal,” tutur Eri.
Lebih lanjut ia menjelaskan, meski demikian petugas berupaya melakukan tugas sebagai mana mestinya tanpa melihat kekurangan yang ada. “Kami harap permasalahan yang bertumpu pada biaya pencegahaan dengan berbagai eksen yang dilakukan petugas seperti sosialisasi dapat diperhatikan secara serius oleh pemerintah daerah maupun provinsi. Tentunya agar kinerja kami lebih optimal,”pungkasnya. Sep/Den

BacaJuga

Desa Wisata Karangpara Resmi Diluncurkan, Bupati Sukabumi Dorong Kebangkitan Pariwisata Berbasis Masyarakat

Desa Wisata Karangpara Resmi Diluncurkan, Bupati Sukabumi Dorong Kebangkitan Pariwisata Berbasis Masyarakat

13 Mei 2026
Bupati Sidak, Parkir Liar di Depan RSUD Palabuhanratu Langsung Ditertibkan

Bupati Sidak, Parkir Liar di Depan RSUD Palabuhanratu Langsung Ditertibkan

13 Mei 2026
Mutasi Besar di Polres Sukabumi Kota, Kasat hingga Kapolsek Berganti

Mutasi Besar di Polres Sukabumi Kota, Kasat hingga Kapolsek Berganti

13 Mei 2026
Sekda Sukabumi Sambut Aspirasi Driver Online Palabuhanratu, Dorong Transportasi Digital dan UMKM

Sekda Sukabumi Sambut Aspirasi Driver Online Palabuhanratu, Dorong Transportasi Digital dan UMKM

11 Mei 2026

SUKABUMIZONE.COM, SUKABAUMI– Penyakit infeksi (baik re-emerging maupun new emerging) saat ini masih tinggi di Indonesia termasuk diantaranya Tuberkulosis/TB. Diindikasikan, hal tersebut akibat adanya pengaruh Epidemic, apalagi pada kasus tersebut ada beberapa resiko yang bakal terjadi pada penderita jika tidak memenuhi standar pengobatan atau menurut bahas medis lebih dikenal Turbekulosis Paru-MDR (Multi Drug Resisten) yang berarti TB kebal obat. Pemerintah dipicu bekerja keras berupaya menanggulangi secara maksimal untuk mencegah terjadinya penularan.
Di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat misalnya, ada beberapa pasien paru-MDR yang kini tengah ditangani pemerintah provinsi salah satunya pasien yang berasal dari Kecamatan Gunungguruh. Menurut informasi, di kabupaten ini ada tiga penderita yang telah positif sebagai pasien paru-MDR. Namun, akibat faktor angka kasus yang masih sedikit MDR masih ditangani pemerintah provinsi sehingga pasien tersebut harus rela berobat secara rutin setiap bulannya ke RS Hasan Sadikin Bandung. “Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi belum melakukan pengobatan terhadap pasien paru yang bersetatus kebal obat. Ya, karena angka kasus masih sedikit serta harga obatnya yang mahal,” kata Petugas Penanggulangan Penyakit Menular Gunungguruh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Eri Kustiawan kepada wartawan www.sukabumizone.com beberapa waktu lalu.
Menurutnya, ada beberapa upaya yang dilakukan petugas kesehatan meliputi standarisasi pelayanan pasien TBC Paru MDR, termasuk tatalaksana diagnosis, pengobatan  serta penjaringan suspek (tersangka) TBC Paru MDR sehingga pasien penderita dapat terdeteksi sedini mungkin sehingga kasus tidak luas. “Namun, ada yang masih mejadi hambatan bagi para petugas dalam melakukan upaya pencegahan dan pengobatan pasien positif yang harus dihantar sampai provinsi. Yakni, ketersediaan anggaran di tingkat daerah sehingga tidak dapat mencukupi seluruh proses yang semestinya harus ditempuh secara maksimal,” tutur Eri.
Lebih lanjut ia menjelaskan, meski demikian petugas berupaya melakukan tugas sebagai mana mestinya tanpa melihat kekurangan yang ada. “Kami harap permasalahan yang bertumpu pada biaya pencegahaan dengan berbagai eksen yang dilakukan petugas seperti sosialisasi dapat diperhatikan secara serius oleh pemerintah daerah maupun provinsi. Tentunya agar kinerja kami lebih optimal,”pungkasnya. Sep/Den

Previous Post

Sebagian Lokal Kelas SDN Tanjungsari Persis Kandang Kambing

Next Post

Lomba Tahunan Cetak Kepribadian Siswa

Next Post
Lomba Tahunan Cetak Kepribadian Siswa

Lomba Tahunan Cetak Kepribadian Siswa

BERITA POPULER

  • Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fakta Menarik Sejarah Berdirinya RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegas, DPD Golkar Sukabumi Hanya Ajukan Asjap dan Unang untuk Pilkada 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil dan Potensi Desa Nyalindung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PROFIL DESA CARINGIN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
https://sukabumizone.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Video-2025-07-05-at-14.07.01.mp4
Sukabumizone

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi

Redaksi

  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi