
SUKABUMI– Beberapa investor melirik pembangunan sarana bioskop di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Tapi hingga saat ini proses investasi itu masih dalam tahapan pemilihan lokasi yang tepat.
‘’Bioskop ada beberapa investor yang telah melirik,’’ kata Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami kepada wartawan belum lama ini.
Menurutnya, kini memang belum terdapat sarana bioskop di Sukabumi. Kendala dalam pembangunan bioskop terutama menyangkut lokasi. Saat ini ada satu pusat perbelanjaan yang akan dijadikan lokasi bioskop tapi masih dinilai konstruksi bangunannya.
Meskipun belum ada bioskop kata Andri, keberadaan seniman film di Sukabumi cukup berkembang dengan baik. Hal itu ditunjukkan dengan produksi film lokal yang cukup berkualitas. “Sehingga pemkot optimistis ke depan akan terus lahir sineas muda yang lahir dari Sukabumi,”tuturnya.
Salah seorang warga Kota Sukabumi, Dilla N (24) menyambut positif rencana pembangunan bioskop di Sukabumi. ‘’Sukabumi sejak lama tidak ada bioskop,’’ imbuhnya.
Dilla mengatakan, selama ini warga Sukabumi seringkali menonton film di bioskop yang ada di Kota Bogor maupun daerah lainnya. “Bila di Sukabumi ada bioskop maka warga tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah,”cetusnya.
Pengurus ICMI Orda Kota Sukabumi Adin Komaedin menambahkan, perkembangan sineas muda dalam bidang film di Sukabumi cukup baik. ‘’Sehingga kami terus mendorong mereka untuk terus berkarya,’’ katanya.
Aidn menuturkan, pihaknya ingin memasyarakatkan kepada publik bahwa namanya film dapat bermacam fungsi dan manfaat. Salah satunya film dapat dijadikan media dakwah tidak hanya konvensioal di forum masjid serta majelis taklim.
Menurut Adin stratetgi dakwah menggunakan perkembangan teknologi khususnya media film. Dalam media itu disampaikan pesan berupa nilai-nilai keislaman dalam kehidupan nyata yang berbentuk sebuah karya film.
“Intinya, dakwah virtual berupaya mengajak meniru orang baik yang ada di film. Sehingga orang yang menontonnya menjadi tergerak untuk menjadi orang yang baik,”ujarnya.
Adin menerangkan, dalam kesempatan itu pula disampaikan teknis pembuatan film oleh komunitas seniman Sukabumi. “Sementara para peserta nonton serta workshop itu berasal dari komunitas film serta para pelajar di Kota Sukabumi yang berjumlah sekitar 250 orang,”pungkasnya. rol





