
JAMPANG TRNGAH — Pemerintah Desa (Pemdes) Bantar Agung Kecamatan Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, realisasikan Dana Desa ( DD ) tahap dua 2018 yang digunakan untuk sembilan titik pembangunan di enam kedusunan yang ada di Desa Bantar Agung.
Dari informasi yang diperoleh, rinciannya yakni pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Cimapag dengan Volume 15 x 2 meter dengan anggaran sebesar Rp. 26.675.000,- Pelesterisasi Jalan di Kampung Cikores Volume 200 x 1 meter dengan angaran Rp.24. 397.500,-, Pelesterisasi Jalan Kampung Pasir Makam Cimapag Volume 100x 1 meter dengan anggaran Rp. 13.141.000,-, Pelesterisasi Jalan Kampung Leuwi Cintok 500×1 meter dengan anggaran Rp.51.935.500,-, Pengerasan Jalan di Kampung Cimugur Pamoyanan Volume 250x 2 meter dengan angaran Rp. 40.220.000,-, Pengerasan Jalan di Kampung Cimanggu 200x 2 meter dengan anggaran Rp. 32.500.000,- Pengerasan Jalan di Kampung Cikores 250×2 meter dengan anggaran Rp.40.160.000,- dan Pelesterisasi Jalan di Kampung Pasir Hayam 250 x 2
menghabiskan anggaran sebesar Rp.29.830.000,-.
Kepala Desa Bantar Agung Dede supriadi mengatakan, pembangunan tersebut dilakukan Pemdes dalam rangka

mengedepankan pelayanan prima kepada warga. Salah satunya menunjang perekonomian warga dengan infrastruktur yang memadai. “Mudah-mudahan pembangunan yang kami gulirkan ini sesui dengan target,” tutur Dede kepada www.sukabumizone.com Senin, (15/10).
Menurut Dede, pembangunan di sembilan titik itu telah menghabiskan waktu kurang lebih selama 60 hari hingga mencapai finis dan di lakukan secara serentak. ” Untuk tahap dua ini kami melakukan pembangunan baru sampai disana. Dan masih banyak PR yang harus kami garap di tahap berikutnya,”ujarnya.
Sementara itu, ia mengulas ada kendala yang cukup rumit pada proses pembangunan salah satunya adalah sulitnya mengangkut bahan-bahan matrial.” Namun alhamdulillah berkat adanya partisipasi warga kami dapat mengatasinya sehingga pembangunan ini selesai sesuai harapkan.Kami berharap seluruh pembangunan dapat terus meningkat,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kampung Pasir Hayam RT 08 RW 02 Cecep (52) mengaku, senang dengan adanya pelesterisasi jalan tersebut karena akan sangat membantu warga yang setiap harinya melaluinya. “Selaku warga kami bersyukur dan kami sangat berterimakasih kepada pemerintah desa,”ucapnya.
Ia menuturkan dengan kondisi jalan yang baik maka warga merasa terbantu apalagi untuk perekonomian.” Bahkan, saat ini untuk ke mesjid saja sangat nyamann dilalui,”tuturnya.
Sebelumnya bila hujan tiba jalan sangat licin dan tak jarang para pengendara roda dua banyak yang celaka, ditambah batu-batu yang berserakan memperburuk kondisi jalan tersebut.” Itu kondisi dulu. Setelah diperbaiki tentu kami harap tidak ada lagi kecelakaan. Selain itu, untuk ke depan jalan yang masuk ke kampung ini dapat dilalui kendaraan roda empat,”harapnya. (Restu/Ginanjar)





