
SUKALARANG — Badri (57 tahun) yang merupakan salah seorang warga Kampung Tangsel RT 02/01 Desa Sukamaju Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, hanya bisa pasrah karena seluruh tanaman Kubisnya gagal panen. Disinyalir, kemarau panjang menjadi penyebab Badri bersama beberapa petani lainnya merugi pada musim ini.
“Mau bagaimana lagi Pak, mungkin ini nasib kami. Ya, dengan modal seadanya kami bercocok tanam namun akhirnya kami harus bisa menanggung kerugian yang begitu besar,” lirih Badri yang tampak tak kuasa membendung kesedihannya dengan mata berkaca-kaca saat disambangi www.sukabumizone.com Minggu, (25/08).
Ia menampik, bahwa modal yang ia peroleh merupakan hasil pinjaman dari bank. “Boro-boro buat ngutang modal ke bank untuk makan saja susah,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Desa Sukamaju Haris Sugiarto membenarkan, bahwa di desanya banyak petani kubis yang mengalami gagal panen akibat musim kemarau panjang. “Hampir mayoritas petani kubis merugi di musim ini. Sebab, debit air mulai berkurang jangankan untuk memenuhi kebutuhan pertanian untuk keperluan rumah tangga saja sulit,” bebernya.
Menurutnya, sampai saat ini Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamaju masih mencari formula yang tepat agar kebutuhan air para petani terpenuhi. “Ya, kami juga berharap ada uluran tanggan dari pemerintah daerah atau pemerintah pusat agar para petani di desa kami tetap untung meski di musim kemarau,” harapnya. (Agus)




