
SUKABUMI KAB — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS),kembali menggelar malam anugerah perzakatan. Kegiatan BAZNAS Award 2019 ini, memberikan penghargaan kepada BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat ( LAZ ) Tingkat Provinsi dan Kabupaten/ Kota, Unit Pengumpul Zakat ( UPZ ) BUMN, Swasta dan sejumlah Kepala Daerah, tokoh dan media pendukung kebangkitan zakat, yang dilaksanakan di Aula HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta, belum lama inni.
Bambang Sudibyo selaku Ketua Badan Amil Zakat Nasional menyatakan, kegiatan “Baznas Award” 2019 ini bertujuan sebagai alat pengungkit untuk mendorong optimalisasi pengelolaan zakat nasional, mempererat tali silaturahmi antara Baznas dan LAZ dan mendukung kemajuan dunia perzakatan.
BAZNAS AWARD 2019 menetapkan Bupati Sukabumi sebagai Penerima Kategori Kepala Daerah Pendukung Kebangkitan Zakat 2019.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin kepada Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, sebagai Kepala Daerah pendukung Kebangkitan Zakat.
Sementara dalam sambutannya Mentri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saippudin mengucapkan, selamat kepada penerima Baznas dalam berbagai kategori yang dinilai baik untuk perorangan maupun lembaga termasuk bentuk penghargaan kepada Kepala Daerah pendukung kebangkitan zakat.
“Semua lembaga pengelola zakat Baznas dan Lembaga Amil Zakat ( LAZ) dituntut untuk bekerja meningkatkan kontribusi Zakat terhadap pengurangan angka kemiskinan dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju standar hidup yang layak,” ucapnya.
Sementara Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami menyampaikan, hari ini Pemerintah Kabupaten Sukabumi menerima Baznas Award sebagai bentuk nilai kebersamaan.
“Tentunya yang sedang kita lakukan selama ini sesuai dengan Misi Religius dan menegakan Syariat Islam yang sudah di cetuskan oleh para Pimpinan Daerah sebelumnya dan kita implementasikan dalam kebijakan-kebijakan kegiatan. Kebijakan ini salah satunya bagaimana penguatan peran Zakat untuk bisa mensejahterakan masyarakat di kabupaten sukabumi,”jelasnya.
Ia meminta kepada semua Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan, PNS dan Dinas terkait untuk mengoptimalkan seluruh potensi ini, agar menjadi satu kekuatan bagi pengembangan siar nantinya.
Tentunya dengan pengelolaan Zakat maupun Infaq sodakoh, ia berharap nanti tidak ada lagi di Sukabumi terdengar anak yang tidak bersekolah, pakir miskin yang tidak bisa makan dan tidak bisa mendapatkan kesehatan
“Salah satunya dengan kebersamaan dari masyarakat untuk menyalurkan zakat, kelebihan dari harta yang mereka miliki bisa di salurkan lewat lembaga baznas,”ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga meminta agar persoalan zakat ini harus menjadi isu bersama, isu yang perlu di jawab bagaimana meyakinkan dari produk zakat itu dapat membantu pembangunan di kabupaten sukabumi.
“Persoalan – persoalan kemasyaralatan sosial tidak mudah di tangani oleh kebijakan Pemerintah,tatapi dengan bantuan dan peran aktif di Kabupaten Sukabumi lewat Baznas lewat Upah Pengumpul Zakat ( UPZ )atau lewat Lembaga Amil Zakat ( LAZ ) bisa terjawab,” pungkasnya. (Ismatullah)




