
CIRENGHAS — Pasca pergantian Kepala Desa (Kades) Bencoy Kecamatan Cirenghas Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, sistem pemerintah mulai berjalan dengan baik. Kedes Bencoy Hasanudin yang berhasil terpilih sebagai Kades pada kancah Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019 silam, kini bersiap menggulirkan setiap program yang telah dijanjikannya kepada masyarakat.
Hasanudin yang merupakan Kades Bencoy bertahan tiga priode yakni, 1994-2003, 2013-2019 dan 2019-2025 ini, selalu mencuri hati masyarakat dengan berbagai keberhasilan pembangunan yang digulirkannya.
“Alhamdulillah, dengan berbagai keterbatasan saya dalam memimpin pencapaian pembangunan baik fisik maupun non fisik bisa terwujud secara bertahap. Sehingga, saya berterimakasih kepada masyarakat yang masih mempercayai saya untuk memimpin dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik lagi,” kata Hasanudin kepada www.sukabumizone.com Rabu, (26/02).
Disinggung terkait langkah awal yang akan dilakukannya pada priode 2019-2025. Hasanudin menjawab, saat ini ia berusaha membenahi sistem manajemen administrasi di internal desa seperti memaksimalkan kinerja perangkat desa dari tingkat bawah sampai tingkat atas.
“Saya harus memulai segala sesuatunya dari dalam. Sebab, manajemen dinilai lebih penting untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan optimal kepada masyarakat. Setelah itu, barulah saya akan menindaklanjuti setiap program yang saya janjikan dan telah saya bangun dipriode sebelumnya,” ujar dia.
Menurutnya, yang menjadi “PR” besar kini adalah peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui potensi aset desa baik dibidang Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.
“Untuk potensi SDA kami memiliki cukup banyak area yang memiliki potensi besar sebagai lumbung penghasilan dalam mendongkrak PADes ke depan. Misalnya, pengembangan obyek wisata Curug Talun di Kedusunan Limbangan yang menyuguhkan pemandangan eksotis karena berada di dataran tinggi. Bahkan, apabila disuguhkan permainan Paralayang akan sangat luar biasa sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan,” tuturnya.
Ia mengulas, selain obyek wisata Curug Talun ada pula obyek wisata permainan yang akan segera dikembangkan. Yakni, wisata permaian air di Sungai Cimandiri. Saat ini lanjut Hasanudin, Sungai Cimandiri masih menjadi masalah besar karena, luapan airnya selalu membawa musibah.
“Itu terjadi karena faktor kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai masih rendah. Dengan adanya pengembangan obyek wisata air ini diharapkan masyarkaat lebih peduli terhadap lingkungan. Kami di lima desa sepakat untuk bekerjasama mengadakan Festival Peduli Sungai Cimandiri tepatnya Mei 2020 nanti. Ya, mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga acara itu dapat terlaksana dan berjalan sukses,” paparnya.
Ia berharap, di awal jabatanya ini dapat menjalankan tugas dengan amanah untuk membawa Desa Bencoy ke arah yang lebih baik dan sejahtera. “Saya juga meminta partisipasi dari semua element agar program-program yang digulirkan dapat berjalan sesuai rencana,” pungkasnya. (Ismatullah)




