
SUKABUMI KOTA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, telah mengirimkan sampel pasien yang meninggal dunia ketika diisolasi ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rabu (4/3/2020).
“Pengiriman sampel kini dalam perjalanan. Tadi dikawal dua surveilans ke Balitbangkes, berangkat sebelum subuh,” ujar Pelaksana tugas Kepala Dinkes Kota Sukabumi Rita Fitrianingsih Rabu, (4/3/2020).
Menurutnya, pengiriman spesimen baru dikirim hari ini sebab, kemarin harus memastikan dulu alurnya serta berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Selain itu, virus transporter media (VTM) untuk penyimpanan sampel terlambat sampai di Sukabumi. Kota Sukabumi mendapatkan lima unit VTM, tapi yang satu dipakai dulu Dinkes Cianjur. “VTM datang, kasus kita telah berjalan dua hari. Pas VTM datang pas kasus Cianjur, jadi lebih siap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, petugas pengambilan sampel oleh rumah sakit, sedangkan pengiriman dilakukan Dinkes. Sementara itu, untuk model penyampaian sampel tersebut ada yang menggunakan serum serta ada yang menggunakan swab. “Cianjur sempat mengambil swab. Sedangkan di Sukabumi tidak sempat mengambil swab, sebab kondisi pasien sangat cepat sekali,” ungkap dia.
Sebelumnya diberitakan, S (58) serta T (57) yang merupakan pasangan suami istri, masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi, Minggu (1/3/2020) lalu.
Keduanya mengalami keluhan hampir sama. Suaminya mengeluhkan batuk, pilek dan demam. Sedangkan istrinya mengeluhkan sesak napas, batuk serta pilek. Tapi, T akhirnya dinyatakan meninggal dalam penanganan medis. Pada waktu itu T sempat masuk ruang isolasi di rumah sakit tersebut. Sementara S diperbolehkan pulang tapi tetap dalam pemantauan petugas medis. (red)




