• Daerah
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
Rabu, Januari 21, 2026
Sukabumizone
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
Sukabumizone
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

Hasil Rapid Test di Kabupaten Sukabumi, Sebagian Besar Negatif Covid-19

by
1 April 2020
in Daerah, HEADLINE, Kesehatan
0

SUKABUMI KAB — Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengetes sebanyak 168 orang menggunakan rapid test. Hasil dari tes tersebut, sebagian besar dinyatakan negatif covid 19.

“Hasil yang sudah keluar itu sebanyak 146. Dari hasil yang telah keluar itu, sebanyak 144 dinyatakan negatif dan 2 positif. Sementara sisanya yang sebanyak 22 orang masih menunggu hasil,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi H. Harun Alrasyid dalam konferensi pers di Posko Pusat Informasi dan Koordinasi Covid 19, Rabu (1/4/2020).

BacaJuga

Rapat Dinas Januari 2026, Bupati Tekankan Koordinasi Perangkat Daerah dalam Penanganan Bencana

Rapat Dinas Januari 2026, Bupati Tekankan Koordinasi Perangkat Daerah dalam Penanganan Bencana

21 Januari 2026
Milad ke-8 Masjid Baiturrahman Gegerbitung Dirangkai Peletakan Batu Pertama Pustu

Milad ke-8 Masjid Baiturrahman Gegerbitung Dirangkai Peletakan Batu Pertama Pustu

21 Januari 2026
Truk Bermuatan Kardus Terguling di Tanjakan Poponcol, Hantam Xenia hingga Ringsek

Truk Bermuatan Kardus Terguling di Tanjakan Poponcol, Hantam Xenia hingga Ringsek

20 Januari 2026
Shalat Berjamaah Bareng Bupati, Ketua DPRD Sampaikan Pesan Religi

Shalat Berjamaah Bareng Bupati, Ketua DPRD Sampaikan Pesan Religi

20 Januari 2026

Hasil yang positif tersebut belum bisa dinyatakan 100 persen. Sebab akan dilakukan tes lanjutan untuk memastikan pasien tersebut terkena covid 19. “Ini baru positif berdasarkan hasil rapid test. Saat ini sudah mengambil lanjutan untuk melihat hasil swab. Setelah hasil swab keluar baru bisa diputuskan positid covid 19 atau tidak,” ucapnya.

Pasien positif berdasarkan hasil rapid tersebut dirawat di Rumah Sakit Sekarwangi. Keadaannya saat ini cukup baik. “Kondisi pasien ini menunjukan keadaan yang baik. Nanti kita tunggu saja hasil swabnya,” ungkapnya.

Maka dari itu, pasien yang sudah terkonfirmasi positif covid 19 masih satu orang di Kabupaten Sukabumi. Kondisi pasien positif covid 19 pun menunjukan keadaan medis yang baik. “Kalau yang positif berdasarkan hasil pemeriksaan swab masih satu orang. Pasien tersebut masih dirawat di rumah sakit dengan keadaan sudah membaik,” terangnya.

Terkait jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Sukabumi sampai saat ini sebanyak 23 orang. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 3024. “Semua PDP, ODP, dan yang positif merupakan warga negara Indonesia. Jumlah ODP meningkat signifikan berdasarkan hasil kerja keras dan kerjasama semua pihak dalam pendataan. Selain itu, meningkatkan ODP karena Sukabumi dianggap aman. Sehingga banyak yang bermudik dari wilayah zona merah. Padahal, setiap pemudik dari zona merah langsung ditetapkan ODP,” paparnya.

Mengenai PDP yang sudah sembuh, mereka tetap dalam pemantauan petugas kesehatan. Selain itu, mereka harus mengisolasi diri secara mandiri selama 14 hari setelah dinyatakan sembuh dan selesai perawatannya. “Jadi PDP yang sudah sembuh pun terus dipantau kondisi kesehatannya,” terangnya.

Proses pemantauan di Kabupaten Sukabumi saat ini semakin mudah. Apalagi setelah dibentuk satgas siaga corona di semua tingkatan. Dari mulai kecamatan hingga ke RW. Satgas tersebut dibantu juga oleh Posyandu yang ada di Kabupaten Sukabumi. “Dari tingkat RW sudah dibentuk siaga corona. Semua dilakukan tenaga medis bekerjasama dengan tim Muspika dan relawan yang peduli terhadap bencana covid 19,” paparnya.

Bahkan Pemkab Sukabumi sedang menyiapkan rapid test untuk sasaran ODP. . “Rapid testnya nanti disesuaikan dengan jumlah sasaran ODP ,” terangnya.

Upaya lain pun sedang dipersiapkan. Terutama prediksi puncak PDP covid 19 di Kabupaten Sukabumi. “Ketika ruangan untuk penanganan PDP di rumah sakit di Kabupaten Sukabumi tidak muat,kita akan mempersiapkan ruang isolasi di area asrama haji Pusbangdai. Tapi kalau rumah sakit masih bisa menampung, kita akan coba penambahan seperti 20 tempat tidur di RSUD Sekarwangi, 10 di RSUD Palabuhanratu, ditambah di rumah sakit pemerintah dan swasta lainnya,” terangnya.

Termasuk alat pelindung diri (APD) saat ini sudah terpenuhi. Apalagi dengan adanya bantuan dari masyarakat dan pemerintah. “Dari pemerintah salah satunya lewat pergeseran anggaran untuk memenuhi kebutuhan APD,” paparnya.

Bahkan untuk sterilisasi wilayah sudah dilakukan di semua Kecamatan. Termasuk ke tingkat desa dan kelurahan.”Sekarang sudah merambah ke setiap RW, termasuk tempat tempat umum yang menjadi titik berkumpulnya orang,” pungkasnya.(Sep)

Previous Post

Izin Mendagri Keluar, Pemkab Sukabumi Lakukan Pelantikan Sesuai Protokol Kesehatan

Next Post

Cegah Covid-19, Penyemprotan Disinfekatan Gencar Dilakukan Pemdes Sukamulya

Next Post

Cegah Covid-19, Penyemprotan Disinfekatan Gencar Dilakukan Pemdes Sukamulya

BERITA POPULER

  • Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fakta Menarik Sejarah Berdirinya RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegas, DPD Golkar Sukabumi Hanya Ajukan Asjap dan Unang untuk Pilkada 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil dan Potensi Desa Nyalindung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PROFIL DESA CARINGIN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
https://sukabumizone.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Video-2025-07-05-at-14.07.01.mp4
Sukabumizone

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi

Redaksi

  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi