Akibat Cuaca Ekstrim, Puluhan Rumah di Desa Cijangkar Terancam Pergerakan Tanah

NYALINDUNG — Intensitas hujan yang tinggi mengguyur wilayah Nyalindung, sebabkan pergerakan tanah salah satunya di Desa Cijangkar Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Bencana itu kini mengancam puluhan rumah di dua RT tepatnya di Kampung Ciherang Senin, (21/12/2020).

Kepala Desa (Kades) Cijangkar Heri Suherlan mengatakan, dari data hasil survei sementara di lapangan ada 19 rumah yang terkena garis retakan tanah tepatnya di RT 01 dan 02 Kampung Ciherang.

“Saat dilokasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kami melibatkan Babisa, Bhabinkamtibmas dan lainya bahkan beberapa media, baru ada 19 rumah yang terkena garis retakan tanah. Untuk data lebih rinci lagi, kami bersama RT, RW serta warga setempat akan blusukan ketiap-tiap wilayah yang terkena dampak pergerakan tanah ini,” kata Heri kepada www.sukabumizone.com Senin, (21/12/2020).

Ia mengimbau, kepada masyarakat sementara waktu agar waspada dalam menghadapi kejadian itu sebelum ada tindakan lebih lanjut oleh pemdes dan lainnya. “Untuk lebih intensif kami barsama Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan melakukan ronda malam ke wilayah ini untuk mengatisipasi segala kemungkinan sebelum ada tindakan lebih jauh baik itu relokasi secara utuh ketempat baru ataupun mengungsikan sementara,” tuturnya.

Sementara itu, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Cijangkar Ahmad menjelaskan, setelah melihat ke lokasi kejadian itu dirinya langsung melakukan koordinasi ke Badan Meteorologi, kimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Setelah kami meninjau ke lapangan, kami langsung berkoordinasi dengan BMKG untuk dilakukan pengkajian yang lebih Preventif terhadap gejala alam ini. Namun, sampai sekarang pihak BMKG belum bisa terjun kelokasi mungkin ada beberapa hal yang menyebabkan mereka belum sempat mengkaji dampak pergerkan tanah ini,” jelasnya.

Ia berharap, pihak terkait dan pemerintah diatas bisa secepatnya mengkaji dan memberikan bantuan bagi mereka. “Semoga mereka semua cepat tanggap dan menemukan solusi terpat bagi 37 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak garis retakan tanah ini,” pungkasnya.(Kusnandar)

Lihat Juga...