Anak Usia 4 Tahun di Desa Jampang Tengah Idap Penyakit Thalasemia

JAMPANG TENGAH — Miris nasib Muhamad Nasruloh anak berusia 4 (tahun) asal Kampung Ciguha Desa Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi Jawa Barat ini, menderita penyakit thalasemia sejak berusia 1 tahun.

Dari informasi yang diperoleh www.sukabumizone.com menyebutkan, di tengah keterbatasan ekonomi anak dari pasangan Mahpudin (37) dan Erna Mayasari (30) ini, setiap dua minggu sekali harus dibawa ke rumah sakit. ” Ya, dua minggu sekali kami harus melalukan transfusi darah agar anak kami tidak drop. Kalau terlambat sehari saja tubuhnya lemas dan pucat,” kata Apud saat dihubungi www.sukabumizone.com Minggu, (10/01/2021).

Menurutnya, kondisi yang dialami anak keduanya tersebut sudah berjalan selama 4 tahun. “Walaupun dokter menyatakan kondisi anak saya sulit untuk sembuh tapi, sebagai orang tua saya akan terus berupaya sebisa mungkin agar anak saya sembuh kembali,” lirihnya.

Ditanya terkait bantuan dari pemerintah. Ia menjawab, bantuan untuk transfusi darah dan obat sudah dibantu dari BPJS. Namun, karena kondisi ekonomi yang sulit ia mengaku, terbentur ongkos dan perbekalan selama proses cek ke rumah sakit. “Maklum pak, kami orang tak punya jadi setiap dua minggu kami harus kesana kemari mencari uang agar kami bisa mengobati anak kami ini,” tutur Apud sambil terbata-bata.

Untuk itu, ia berharap adanya uluran tangan dari para dermawan suapaya proses pengobatan anaknya bisa terus berjalan. “Kami yakin, Allah SWT akan membatu melalui hamba-hambanya yang dermawan. Kami hanya mampu berdoa dan berharap Allah menunjukan ke ajaiban untuk kesehatan anak kami,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jampang Tengah Agus Jayadi Ramli melalui Sekretaris Desa Jampang Tengah Wawan membenarkan, bahwa ada salah seorang warganya yang membutuhkan bantuan. ” Memang sangat betul, ada warga kami yakni keluarga Pak Mahpudin yang saat ini memiliki anak berusia 4 tahun mengidap penyakit thalasemia,” tuturnya.

Lanjut Wawan, Pemerintah Desa (Pemdes) Jampang Tengah sudah memberikan bantuan kepada keluarga tersebut berupa biaya perjalanan dan difasilitasi motor desa untuk keberangkatan ke rumah sakit.” Itu langsung diberikan Pak Kepala Desa kepada Pak Mahpudin. Bahkan, dari informasi yang kami dapat pernah ada bantuan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) namun, apakah bantuan itu masih ada kami tidak tahu,” pungkasnya.(Kusnandar)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan