BST Kemensos 2021 Dicairkan, Kades Cikujang Minta Kebijakan Pengalihan Data KPM

GUNUNGGURUH — Penaggulangan dampak Covid-19, terus berlanjut hingga 2021 ini. Salah satunya, penanggulangan dampak ekonomi melalui bentuk bantuan tunai sosial (BST) yang disalurkan pemerintah kepada masyarakat.

Baru-baru ini, sejumlah kepala desa di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, menginformasikan telah mendampingi pencairan BST dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) 2021.

“Ya, memang betul BST Kemensos tahap sepuluh 2021 mulai direalisasikan PT Pos. Salah satunya di desa kami ini,” kata Kepala Desa Cikujang Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Heni Mulyani, Kamis, (14/01/2021).

Heni menjelaskan, di desa yang dipimpinya terdapat 349 Kepala Keluarga (KK) yang ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) oleh pemerintah pusat tanpa adanya campur tangan dari pemerintah desa.

“Seluruh penerima manfaat telah dibarkot. Sehingga, kami hanya memfasilitasi tempat yakni, di Gedung Serbaguna Desa Cikujang serta membantu berjalannya proses pembagian agar berjalan sesuai protokol kesehatan,” ujarnya saat disambangi www.sukabumizone.com.

Menurutnya, bantuan sebesar Rp 300 ribu yang diberikan kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 sangat berarti besar untuk menyambung kebutuhan pokok sehari-hari.

” Tak dipungkiri, dalam kurun waktu satu tahun ini banyak ladang penghasilan masyarakat terkena imbas wabah mematikan Covid-19,” tuturnya.

Namun, ia sedikit menyesalkan terkait bantuan dari pemerintah pusat ini. Pasalnya, data penerima tidak dapat dialihkan. Sehingga, pemerataan bantuan sulit dilakukan. Padahal, di desanya masih banyak masyarakat rentan miskin yang belum mendapatkan bantuan.

” Untuk itu, kami berharap ada kebijakan di 2021 ini, agar bantuan yang disalurkan bisa merata dan dapat dialihkan kepada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan dari pintu manapun,” tandasnya.

Ia menegaskan, tidak ada pemotongan anggaran BST sedikitpun di desanya. “Alhamdulillah, dari tingkat RT, RW bahkan desa, kami jamin tidak ada pemotongan dana bantuan yang diterima seluruh KPM,” tegasnya.

Ia berharap, semoga BST Kemensos tahap sepuluh 2021 ini dapat membantu meringankan beban perekonomian masyarakat.

“Kami juga meminta kepada masyarakat yang sampai saat ini belum menerima bantuan untuk tetap bersabar. Sebab, kami tidak tinggal diam. Hanya saja, sampai saat ini bantuan yang kami berikan masih mengacu pada skala prioritas yang telah ditetapkan bersama,” ucapnya.

Di tempat terpisah Camat Gunungguruh Ading Ismail meminta, pemdes serta aparat keamanan selalu mendampingi proses pembagian bantuan yang mengundang adanya kerumunan di satu tempat. ” Hal itu, wajib dilakukan untuk mencegah munculnya klaster baru Covid-19,” tandasnya.

Ia juga berharap, semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi masyarakat rentan miskin terdampak virus mematikan itu. ” Gunakan bantuan dari pemerintah sebaik mungkin walaupun nilainya tidak seberapa. Mari kita bersama-sama bahu membahu memutus mata rantai penyebaran Covid-,19 dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan,” pungkasnya.(Andi)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan