Pemdes Cibentang Dampingi Pendistribusian BST Kemensos Tahap Sepuluh 2021

GUNUNGGURUH — Pemerintah Desa (Pemdes) Cibentang Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, kembali mendampingi pendistribusian Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos) tahap sepuluh 2021 di Aula Desa Cibentang Kamis, (14/01/2021). Kegiatan tersebut turut dihadiri dan dipantau BPD, Babinmas, Babinsa dan unsur lainnya.

Penjabat Kepala Desa Cibentang Dedi Mulyadi diwakili Sekretaris Desa Cibentang Hilda Rahmi mengatakan, BST Kemensos 2021 langsung dibagikan PT Pos kepada 139 Kepala Keluarga (KK) sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di desa itu. ” Di sini kami hanya memfasilitasi tempat dan membantu proses pembagian bantuan agar tertib dan aman,” kata Hilda saat disambangi www.sukabumizone.com Kamis, (14/10).

Menurutnya, proses pembagian bantuan tetap mematuhi protokol kesehatan supaya terhidar dari penyebaran Covid-19. ” Alhamdulillah, proses pembagian berjalan tertib dan seluruh KPM mematuhi protokol kesehatan seperti, memakai masker, menjaga jarak dan lainnya,” tutur wanita ramah itu.

Ia menjelaskan, di awal tahun ini kuota penerima BST Kemensos berkurang dari sebelumnya 153 KPM menjadi 139 KPM. “Sampai saat ini kami masih menunggu alasan dari pengurangan jumlah penerima ini,” jelasnya.

Karena pengurangan tersebut Pemdes sebagai ujung tombak pemerintah, tentu akan menjadi sorotan dari masyarakat yang belum memahami prosedur penerimaan BST.

“Untuk itu, kami membutuhkan penjelasan terkait pengurangan kuota ini. Kami juga telah berusaha menjelaskan kepada masyarakat bahwa BST Kemensos merupakan kewenangan pemerintah pusat bekerjasama dengan PT Pos. Bahkan, barkot penerima telah ditentukan pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah pusat menyalurkan bantuan berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yang telah diajukan melalui Pemdes. ” Sehingga, bantuan akan lebih tepat guna dan tepat sasaran,” tandasnya.

Di tempat terpisah Camat Gunungguruh Ading Ismail meminta, pemdes serta aparat keamanan selalu mendampingi proses pembagian bantuan yang mengundang adanya kerumunan di satu tempat. ” Hal itu, wajib dilakukan untuk mencegah munculnya klaster baru Covid-19,” tandasnya.

Ia juga berharap, semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi masyarakat rentan miskin terdampak virus mematikan itu. ” Gunakan bantuan dari pemerintah sebaik mungkin walaupun nilainya tidak seberapa. Mari kita bersama-sama bahu membahu memutus mata rantai penyebaran Covid-,19 dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan,” pungkasnya.(Andi)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan