Antisipasi Covid-19, Kampung Tangguh Dibangun di Desa Bojongkerta

WARUNGKIARA — Menanggulangi dampak Covid-19 berkepanjangan, Kampung Tangguh Nusantara Lembur Lodaya didirikan di Desa Bojongkerta Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Senin, (08/02/2021).

Pembentukan kampung tersebut dihadiri Super Visi Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, Puskesmas Warungkiara, Polsek, Koramil 2203 Warungkiara, Muspika Warungkiara, BUMN, ADM, Dalduk, Pemerintah Desa (Pemdes) Bojongkerta, BPD, Karangtauna, Pramuka, petani dan lainya.

Kepala Polisi Resor (Kapolres) Sukabumi Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sumarni diwakili Kasat Reskrim Polres Sukabumi KotaAjun Komisaris Polisi (AKP) Rizki Fadhila mengatakan, Kampung Tangguh Lembur Lodaya merupakan instruksi dari Presiden Republik Indonesia yang dijabarkan melalui Kepala Polisi Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) dan Kapolres Suakabumi Kota.

“Ada 13 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang sedang dilakukan percotohan Kampung Tangguh salah satunya di Desa Bojongkerta ini,” kata Rizki saat diwawancarai www.sukabumizone.com Senin, (08/02).

Ia menjelaskan, tujuan dari kegiatan Kampung Tangguh yakni, untuk mengetahui sejauh mana Desa Bojongkera mengantisipasi sesorang atau kondisi terkait Covid-19. Mulai dari area arus masuk masyarakat, ruang isolasi mandiri, tenaga kesehatan, ketahanan pangan yang mumpuni dan lainya.

“Walaupun di Desa Bojongkerta tidak ada yang terkontaminasi positif hanya ada saspek. Namun, berkat sistem yang sudah terbagun dari mulai Camat, Kades, Tenaga Kesehatan, Kapolsek, Danramil sudah membuahkan hasil mereka sembuh dan tidak menular,” jelasnya.

Ia mengimbau, kepada seluruh masyaraka agar apa yang sudah dilaksanankan dengan cukup baik bisa dipertahankan meski dengan segala keterbatasan. Melalui koordinasi dengan Camat, Kapolsek, Danramil juga tenaga kesehatan untuk megeduksikan masyarakat bahwa Covid-19 itu nyata.

“Anjuran pemerintah itu, sudah dijalankan dari mulai Pemerintah Pusat hingga desa serta RT dan RW, agar mereka semua mematuhi Protokol kesehatan (Prokes) sampai benar-benar dinyatakan hilang. Itu bisa terjadi apabila, semuan pihak bisa menyadarai dan berpartisipasi dalam pencegahan ini,” imbuhnya.

Di temat yang sama, Camat Warungkiara Asep Suhenda menuturkan, bahwa kegiatan tersebut untuk memberikan pelajaran serta kemandirian bagi masyarakat. Bahwa penanganan Covid-19 bukan hanya program pemerintah akan tetapi kewajiban dan tanggung jawab bagi seluruh lapisan masyarakat. “Minimal menjaga diri dengan mematuhi Prokes. Sebab, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tidak perduli denga program pemerintah,” tuturnya.

Selain itu Kepala Desa (Kades) Bojongkerta Uus Suhendar mengucapakan, terimakasih serta mengapresiasi kepada seluruh stakholder baik itu Camat, Kapolsek, Danramil, dan tenaga kesehatan Warungkiara yang sudah mendukung kelancaran kegiatan mulai dari tenagga, pikiran dan finansial. “Kami juga berharap, Covid-19 cepat selesai agar semua rencana yang telah ditetapkan hari bisa berjalan tanpa habatan hingga tuntas,” pungkasnya. (Kusnandar)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan