Para Pemuda di Desa Semplak Berinovasi Membuat Pupuk Organik Ramah Lingkungan

SUKALARANG — Para pemuda di Kampung Cipriangan RT01/06 Desa Semplak Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, berinovasi pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga Senin, (22/02/2021)

Dari informasi yang diterima www.sukabumizone.com, kegiatan tersebut dihadiri oleh Perangkat Desa Semplak, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukalarang serta para pemuda Kampung Cipringan RT01/06 Desa Semplak.

Ketua BPP Kecamatan Sukalarang Nourma didampingi Tenaga Harian Lepar (THL) Yongyong Su mengatakan, pengelolaan bang sampah tersebut di gagas oleh ketua yakni, Ibu Restu dan anak-anak didiknya yang ada di Desa Semplak khususnya di Kedususnan Cipriangan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga dan lainnya.

“Sampah rumah tangga ini akan diambil langsung oleh mereka dan dipilah dari bahan Organik dan Anorganik. Setelah itu, bisa dimanfaatkan sebagai bahan kompos ramah lingkungan untuk di lahan-lahan perkarangan rumah maupun pertanian lainya,” kata Yongyong Su kepada www.sukabumizone.com Senin, (22/02).

Ia menjelaskan, pada intinya program tersebut bertujuan untuk menguragi bahan-bahan atau pupuk yang sudah ada seperti pupuk buatan pabrik saat ini. “Meskipun, hasil dari bahan yang dikatagorikan tadi tidak piur 100 persen, akan tetapi hasil pemanfaatan kompos tersebut dapat mengahasilkan bahan yang kita konsumsi aman dari zat kimia dan bergizi tentunya,” jelas Yongyong.

Ia menuturkan, untuk mengimbangi pembelian bahan produk pabrik berlebihan seperti M4 sebagai bahan dasar pemermentasi, pihaknya membuat permentasi buatan dari bahan alami juga yakni, pembutan Mikro Organime Lokal (MOL). “Bahan yang kami gunakan untuk MOL ini diantaranya, bisa dari kulit buah-buhan, nasi yang sudah tidak terpakai atau memakai buah yang sudah jarang terlihat seperti Buah Berenuk atau kata lajimnya Buah Majapahit,” ujarnya.

Lanjut Yongyong, program yang digagas bisa berdampak positif dan tidak hanya sebatas sementara di satu kedusunan. Namun, bisa berkelanjutan ke dusun-dusun lain se-Desa Semplak dan berdampak hingga ke seluruh Kecamatan Sukalarang.

“Mudah-mudahan dengan adanya kami di sini, semagat mereka tidak surut serta bisa terdorong secara maksimal. Selain itu, ide-ide yang muncul dari mereka bisa ternaungi juga di satu wadah yang baik kedepan. Namun, itupun tidak akan terbentuk dengan sempurna jika tidak ada campur tangan Pemerintah Daerah khususnya Pemdes Semplak untuk mengedukasikan kepada warganya. Karena, setiap warga itu tidak memiliki pemikiran yang sama pasti ada pro dan kontra,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Semplak Nura Widarnangti mengatakan, dirinya bersyukur dengan adanya program tersebut dan berterimakasih kepada pihak terkait yang sudah membantu berjalannya program Bank Sampah Desa Semplak.

“Alhamdulillah, dengan adanya program bank sampah yang diplopori oleh masyarakat, saya merasakan bahwa program ini sangat bermanfaat sekali. Sehingga, sampah-sampah yang tadinya bisa menjadi bencana, kini diolah jadi pupuk ramah lingkungan. Meski, warga kami belum sadar sepenuhnya dan mudah-mudahan dengan dimulai sejak dini masyarakat bisa sadar dan program ini bermanfaat serta berjalan secara maksimal,” pungkasnya. (Kusnandar)

Lihat Juga...

Tinggalkan Balasan