
JAMPANG TENGAH — Seiring berkembang dan bertambahnya wahana di Area Wisata Situ Dewa Dewi Cipiit di Kawasan Perhutani Desa Tanjungsari Kecamatan Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, disertai suguhan pemandangan elok dan asri telah menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata tersebut.
Bahkan, untuk terus memancing minat wisatawan Ketua Ranting Organisasi Pemuda Pancasila (PP) Desa Tanjungsari, telah menambahkan sebuah perahu mesin yang nantinya akan dijadikan alat angkut pengunjung yang ingin berkeliling di Situ Cipiit.
Selain itu, demi menjaga kelestarian serta keindahan Hutan, terutama keselamatan pengunjung Perum Perhutani KRPH Kabupaten Sukabumi telah menggelar sosialisasi dan konsolidasi juga negosiasi terkait adanya investor- investor yang ada di area tersebut.
Kepala Subseksi Eko Pariwisata Sri Herlina mengatakan, pihaknya sangat mendukung adanya investor yang ingin bergabung. Untuk itu, lembaga yang terlibat dalam wahana tersebut harus mengikuti dan mematuhu aturan yang ditetapkan pihak perhutani dan Dinas Kepariwisataan. Seperti, terkait Asuransi, pendapatan dan pertanggungjawaban yang wajib disepakati semua pihak baik itu Investor LMDH maupun pihak perhutani.
” Di sini, selain kami membahas mengenai tingkat keamanan dan kenyamanan untuk para pengunjung kami juga memberikan arahan terhadap semua investor pemilik wahana supaya dapat melengkapi prasarana yang ada. Diantaranya, minicros,rumah apung, perahu mesin, perahu angsa odong dan lainnya. “Yang mana wahana tersebut sangat membutuhkan APD yang lengkap,” kata Sri kepada www.sukabumizone.com Jum’at, (22/10).

Lanjut Sri, pihaknya memasang tarif Rp 500 Perkarcis untuk semua wahana yang ada. Uang itu nantinya akan digunakan untuk asuransi kecelakaan dan lain sebagainya.
” Alhamdulillah, dalam musyawarah ini kami sepakat atas peraturan yang di buat baik dari LMDH investor maupun pihak perhutani sendiri. Semua berjalan sebagai mana mestinya, hanya saja kami butuh waktu untuk pengembangan ke depan agar suasana hutan ini lebih asri, ” imbuhnya.
Sementara itu KRPH Deni mengatakan, untuk tingkat keamanan lingkungan pihak KRPH telah bekerjasama dengan beberapa lembaga diantaranya, LMDH dan PP yang sangat membantu mengamankan area wisata. ” Sampai saat ini, kami terus bersinergi bahu membahu mengembangkan obyek wisata ini,” ringkasnya.
Di tempat sama Ketua LMDH Empai Priadi menjelaskan, pihaknya membawahi 12 personil. Demi perkembangan ke depan ia berharap, obyek wisata tersebut dapat menjadi pusat wisata idola.” Semoga ke depan tempat ini bisa lebih berkembang dan lebih di minati para wisatawan,” pungkasnya. (Restu Firmansyah)





