
SUKALARANG — Guna peningkatan ekonomi Warga Cipamingkis lebih baik, Pemerintah Desa (Pemdes) Sukalarang Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi kerjasama dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0607/Kota Sukabumi Jawa Barat, adakan Karya Bakti TNI Tahun Anggran (TA) 2022 di Kampung Galudra RT 01/04 Dusun Cipamingkis Desa Sukalarang Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, (14/05/2022).
Dari informasi yang diterima www.sukabumizone.com, Karya Bakti TNI yang di prakarsai oleh para anggota Komando Rayon Militer (Koramil) 0701/Sukaraja tersebut merupakan perogram dari Kodim 0607/Kota Sukabumi untuk merealisasikan pengecoran Jalan Desa Dusun Cipamingkis dengan Panjang 480 meter, Lebar 2,5 meter serta Tinggi 0,10 meter yang disaksikan langsung oleh Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Sukalarang dan Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) Kecamatan Sukalarang.
Kepala Desa (Kades) Sukalarang Ece Suryadi mengatakan, pihaknya sangat terbantu sekali dengan adanya program Karya Bakti TNI tersebut. “Pasalnya jalan desa ini memang sudah lama memerlukan reliasasi pembangunan seperti yang di dambakan Warga Dusun Cipamingkis. Namun dengan adanya pandemi Covid-19 serta pengurangan anggaran Dana Desa (DD) di 2022, sehingga kami tidak bisa membangun sebagai mana mestinya karena keterbatasan anggaran,” kata Ece kepada www.sukabumizone.com, Sabtu (14/05).
Meskipun demikian lanjut Ece, pihaknya bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada Kodim 0607/Kota Sukabumi berserta jajaran Koramil 0701/Sukaraja yang telah memberikan program Karya Bakti TNI di Desa Sukalarang. “Kami juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen Warga Cipamingkis yang begitu antusias melaksanakan gotongroyong pengecoran jalan desa ini,” tuturnya.
Ia berharap, dengan adanya Karya Bakti TNI ini, dapat menumbuhkan serta mempertahankan budaya gotongroyong warga dalam membangun infrastruktur di wilayahnya. “Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, timbul rasa memiliki di jiwa masing-masing warga. Sehingga, dalam menjaga serta merawat hasil pembangunan tidak lagi memerlukan perintah,” pungkasnya. (Kusnandar)




