
SUKABUMI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 5 Universitas Muhammadiyah (UMMI) melaksanakan Penyuluhan dan Pelatihan Digital Marketing bagi para pemilik Usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Desa Warnasari Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, belum lama ini.
Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini merupakan salah satu program kerja dari kelompok 05 KKN-T UMMI.
Penyuluhan dan pelatihan tersebut dilakukan untuk mendorong UMKM Desa Warnasari dalam menciptakan pemasaran produk secara digital atau digital marketing.
” Para pemiik UMKM Desa Warnasari diberikan bimbingan terkait pentingnya pemanfaatan media marketing sebagai peluang usaha serta sarana pendukung dalam pemasaran produk,” kata Muhammad Ali Akbar selaku ketua kelompok kepada www.sukabumizone.com, Jum’at, (05/08/2022).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan mengembangkan UMKM dalam berbagai sektor. Sehingga, UMKM dapat berperan dan berkontribusi dalam mendukung pembangunan kebangkitan sosial ekonomi pasca pandemi Covid-19 di Desa Warnasari.
“ Alhamdulillah kegiatan di sambut antusias oleh pemilik UMKM di Desa Warnasari dari berbagai bidang. Mereka mengikuti acara dari awal hingga akhir dan memperhatikan dengan seksama,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Warnasari Muchtar mengatakan, bahwa kegiatan seperti ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta membantu masyarakat khususnya para pemilik UMKM dalam pemasaran hasil produk.
“ Banyaknya peminat serta pengelola UMKM di Desa Warnasari tidak semua paham akan pemasaran. Oleh karena itu, program yang dibawa oleh Kelompok Mahasiswa KKN-T UMMI ini sangat bagus untuk diberikan kepada masyarakat kami, sehingga dapat membantu para pengelola UMKM Desa Warnasari dalam menciptakan UMKM dengan sistem digital marketing,” ujarnya.
Ia berharap, program-program untuk meningkatkan pengetahuan bagi pemilik UMKM di desanya bisa berkesinambungan.
“ Ya, harapannya kegiatan ini menjadi sebuah langkah awal para pemilik UMKM untuk dapat di implementasikan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Reiza Apwildan)




