
CIKOLE, sukabumizone.com — Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sukabumi Melawan (ARSM), menggeruduk Gedung DPRD Kota Sukabumu di Jalan Ir H Djuanda, Kecamatan Cikole, Jumat (9/9).
Dari pantauan sukabumizone.com, sebelum mendatangi gedung DPRD massa aksi yang merupakan gabungan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB HIMASI) dan massa driver ojek online ini terlebih dulu berunjuk rasa di Kantor Pertamina Sales Area Sukabumi yang berada di Jalan Siliwangi. Mereka menyuarakan tuntutan sama dengan gelombang demo sebelumnya, yakni menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Ketua PB Himasi, Danial Fadilah mengatakan, kenaikan BBM bersubsidi tersebut bukan merupakan solusi terakhir. Sebab, problem utamanya berada di Pertamina. “Karena sejauh ini, memang masih banyak SPBU yang nakal memberikan BBM bersubsidi kepada yang bukan haknya. Karena itu, kami meminta Pertamina untuk menutup SPBU nakal dalam satu hari apabila masih tidak tepat sasaran,” kata Danial kepada sukabumizone.com, Jumat (9/9).
Lanjut Danial, adapun beberapa tuntutan lainnya yang disampaikan kepada DPRD kota Sukabumi dan Pertamina tertuang dalam surat perjanjian. “Adapun, pasal yang tercantum dalam surat perjanjian itu yakni, menolak dengan tegas kenaikan BBM bersubsidi dan akan menyampaikannya kepada pemerintah pusat,” tegasnya.
Tak hanya itu, sambung Danial, ARSM juga mendesak penerima surat perjanjian ini untuk mendistribusikan BBM bersubsidi secara menyeluruh dan tepat sasaran dan pemerintah serta DPRD Kota Sukabumi wajib mendorong dan melakukan pengawasan terhadap Pertamina Sales Area Sukabumi agar BBM bersubsidi tepat sasaran. “Kami sampaikan hari ini kepada seluruh masyarakat Sukabumi, apabila di SPBU nanti melihat mobil mewah ataupun kendaraan yang memang tidak berhak menerima BBM bersubsidi silahkan laporkan bisa melalui DPRD, Pemerintah Kota Sukabumi atau melalui kami,” tukasnya.
Reporter : Rizki Taufik Hidayat
Redaktur : Surya Adam




