
SUKABUMI KOTA, sukabumizone.com || Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Sukabumi masih terbilang tinggi. Terbukti, dari data yang tercatat Dinas Kesehatan (Dinkes) sepanjang Januari hingga Desember 2022 terdapat sebanyak 1.028 kasus dan 13 orang di antaranya meninggal dunia.
“Jumlah kasus DBD hingga saat ini masih tinggi dan pada 2022 lalu terdapat 13 orang meninggal dunia,” ungkap Plt Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Drg Wita Darmawanti kepada sukabumizone.com, Kamis (5/1/2023).
Lanjut Wita, jika melihat dari data yang ada kasus tertinggi terjadi pada pada Januari dan Februari. “Sebab itu, Dinkes berupaya mengendalikan kasus DBD dengan mengajak masyarakat bersama peduli terhadap kesehatan lingkungan di sekitar rumah untuk meningkatkan angka bebas jentik nyamuk (ABJ),” ujarnya.
Menurutnya, angka bebas jentik Kota Sukabumi pada 2022 sebesar 91 persen dari target 95 persen. “Dalam pengendalian kasus DBD kami menggencarkan langkah 3M Plus yakni, menguras, menutup, mendaur dan mencegah. Seperti memakai kelambu, mamakai lotion anti nyamuk, tanaman pengusir nyamuk dan melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J),” cetusnya.
Adapun upaya dengan melakukan fogging dinilai tidak efektif dan menimbulkan resistensi. “Ketika ada gejala DBD masyarakat harus segera melakukan pemeriksaan di layanan kesehatan. Semoga dengan upaya yang dilakukan DBD dapat terkendali,” harapnya.
Reporter : Isep
Redaktur : Surya Adam





