
Wayang golek hampir mirip dengan wayang kulit, hanya saja memiliki bentuk yang sangat berbeda. Dalam pertunjukannya, sang dalang selalu menggunakan bahasa daerah. Jika di Jawa Timur menggunakan bahasa Jawa Timuran, jika di Jawa Barat menggunakan bahasa Sunda. Sang dalang biasanya mampu memainkan 4 hingga 10 karakter wayang dengan menirukan karakter suara wayang yang berbeda-beda.
Dalang-dalang generasi sekarang pun tentu sama, tidak akan menghilangkan unsur dakwah. Cara mereka tetap sama seperti para pendahulunya, yaitu mengajak penonton melakukan kebaikan dan kebenaran sebagaimana ajaran Islam.
Penulis : Ridwan
Editor : Surya Adam
Halaman 2 , 2





