
CIKEMBAR, sukabumizone.com || Puluhan calon jemaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Sukabumi, kecewa akibat gagal terbang ke tanah suci sesuai jadwal keberangkatan, Senin (12/6).
Dari informasi yang diperoleh sukabumizone.com, Calhaj kloter 52 direncanakan berangkat pada pukul 6.20 WIB Senin 12 Juni 2023 dari Pusbangdai Kecamatan Cikembang. Namun, dari jumlah total 366 hanya 321 orang yang jadi berangkat ke tanah suci. Sisanya, sekitar 45 orang harus rela menunggu hingga 17 Juni 2023 yang bakal tergabung dalam kloter 64 dari Kabupaten Cianjur. Sontak, hal itu memantik kekecewaan puluhan Calhaj yang gagal berangkat.
Salah seorang Calhaj asal warga Kampung Ciherang, Desa Margaluyu, Kecamatan Sagaranten, Nasrudin (61) yang didampingi anaknya Susi mengaku, kesal akibat terjadinya penundaan keberangkatan tersebut. Padahal, berbagai persiapan sudah dilakukan dari jauh hari. “Saya sangat kecewa, karena surat pemberitahuan yang disampaikan kepada keluarga baru diterima pada pukul 9.00 WIB, sementara kami sudah siap berangkat di Pusbangdai Cikembang,” kata Susi kepada sukabumizone.com, Selasa (13/6).
Kendati demikian, sambung Susi, setelah bermusyawarah antara Calhaj dengan panitia akhirnya puluhan Calhaj menerima kenyataan meski harus menunggu beberapa hari ke depan. “Ya, yang penting bisa melaksanakan ibadah haji pada tahun ini. Saya harap kejadian serupa jangan sampai terulang, kasihan para calon jemaah yang sudah persiapan seperti ini, eh malah ditunda,” cetusnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi, Rizal Yusup Ramadhan menjelaskan, penundaan terjadi akibat adanya hal non teknis dari maskapai penerbangan Saudia Airlines. “Tadinya pesawat yang disediakan maskapai, akan mengangkut jemaah haji sebanyak 366 orang, akan tetapi ada permintaan perubahan pesawat, yang hanya menampung 320 orang,” jelasnya.
Merespon kondisi tersebut, lanjut kata Rizal, baik panitia pusat dan maupun daerah tidak bisa memaksakan untuk diberangkatkan sesuai rencana awal karena sangat berisiko. “Situasi seperti ini, keselamatan dan kenyamanan calon haji lebih utama, dengan terpaksa mereka kami tunda,” pungkasnya.
Reporter : Juliansyah
Redaktur: Surya Adam





