
SUKABUMI KOTA, sukabumizone.com || Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumindag) Kota Sukabumi masih melakukan pendataan dan pengembangan serta pemberdayaan kepada pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Sukabumi.
Pasalnya tercatat dari ratusan IKM yang ada di Kota Sukabumi baru ada 210 yang terdata, sedangkan yang sudah memiliki sertifikat halal baru sebanyak 78 IKM.
Kendati demikian Kepala Bidang Perindustrian Diskumindag Kota Sukabumi Cecep Rapih mengatakan, bahwa upaya pendataan, pengembangan dan pemberdayaan dilakukan agar IKM di Kota Sukabumi benar-benar memiliki kualitas usaha yang siap bersaing dengan IKM lainnya.
“Begitu juga saat ini, Diskumindag membantu para pelaku IKM untuk mendapatkan sertifikat produk Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), izin edar, Angka Kecukupan Gizi (AKG). Tapi sebelum itu, para IKM akan dibantu untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB),” ungkapnya saat ditemui awak media di kantornya, Senin (11/9/2023).
Cecep mengatakan, dari 210 IKM yang sudah difasilitasi dinasnya baru sebanyak 78 IKM yang telah mendapatkan sertifikat halal. Sisanya yang berjumlah 132 yang saat ini diketahui masih dalam proses.
“Kita terus melakukan pengembangan dan pendampingan terhadap IKM. Tentu saja agar IKM di Kota Sukabumi semakin berkualitas serta memiliki daya saing dengan IKM daerah lain,” kata Cecep.
Adapun upaya lain untuk memajukan pelaku IKM dan UMKM dalam hal pemasaran, lanjut Cecep, saat ini tengah dilakukan penjajakan untuk menggunakan salah satu aset bangunan yang tidak terpakai milik kantor pajak. Nantinya akan digunakan sebagai galeri khusus hasil produk IKM dan UMKM.
“Sesuai dengan arahan dari Pak Kepala Diskumindag, kami akan melakukan komunikasi dengan kantor pajak, agar bangunan tersebut bisa digunakan oleh kami untuk dijadikan tempat memamerkan hasil pelaku IKM dan UMKM,” terangnya.
Tak hanya itu, ungkap Cecep, Diskumindag juga akan melakukan penataan kepada para pelaku IKM dan UMKM yang berjualan di seputaran Lapang Merdeka dengan melibatkan pihak perbankan.
“Jadi, pedagang yang sudah biasa berjualan di belakang podium dan pinggir GOR Merdeka nantinya akan kita tata, dengan memanfaatkan dana CSR di perbankan yang siap bekerja sama dengan kita,” ungkapnya.
Rencana tersebut, kata Cecep, akan dilakukan mulai pekan ini dengan melakukan cek fisik ke lapangan. Termasuk melakukan pendataan kepada para pedagang kaki lima yang memang sudah menetap berjualan di lokasi tersebut.
“Upaya ini kami tidak sendiri, melainkan akan melibatkan bidang perdagangan dalam hal penataan ini. Dan ini akan dijadikan percontohan kedepannya,” pungkasnya.
Reporter : M. Irsandi
Redaktur : Surya Adam





