
Disamping itu kusmana menyampaikan, bahwa Rakor ini menjadi tonggak sejarah bagaimana membangun Sukabumi lebih baik lagi. Terlebih dalam menghadapi isu berkembang di dunia secara perekonomian dan keuangan beberapa negara maju sedang tidak baik-baik saja.
“Sukabumi sebagai perkotaan harus jadi pusat pertumbuhan ekonomi walaupun hanya tujuh kecamatan tapi jadi pusat pertumbuhan di wilayah,” tandasnya.
Sementara Kepala Bappeda Kota Sukabumi Asep Suhendrawan mengatakan, rakor ini dilatarbelakangi bagian penyusunan RPJPD 2025-2045 pada fase penyusunan di bidang perekonomian dan SDA. Terutama dalam memfasilitasi penetapan isu strategis ekonomi.
“Sesuai tahapan 2023, Bappeda di akhir tahun rancangan awal ini khususnya perekonomian dan SDA ada masukan dan saran dari perangkat daerah dan mitra terkait. Sementara narasumber didatangkan dari Bappenas dan Bappeda Jabar,” ungkapnya.
Rangkaian penyusunan salah satunya melalui Rapat Koordinasi Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam. “Usulan dan gagasan mitra perekonomian dan SDA merangkum pandangan dari perangkat daerah, ahli dan praktisi. Usulan dan gagasan bersinergi dengan kebijakan nasional dan provinsi,” pungkasnya.
Reporter : M. Irsandi
Redaktur : Surya Adam





