
“Sehingga kapan kita harus j jika gerakan secara totalitas, kapan melakukan gerakan hanya untuk menjaga keseimbangan dan kompetisi antar sesama gerakan komunitas yang serupa, serta kapan kita menarik diri untuk fokus pada gerakan internal di perusahaan,” tegasnya
Lebih lanjut Popon, hal itu dilakukan, karena demi menjaga keberlangsungan dan ketahanan organisasi, agar tidak mengorbankan anggota untuk sesuatu target yang tidak bisa dikalkulasi secara tepat. Misal, kenapa dalam perjuangan UMK tahun ini, SP TSK SPSI tidak mengambil jalan totalitas. Seperti, dengan mengeluarkan semua anggota atau menghentikan seluruh proses produksi di perusahaan.
“Karena semua itu didasarkan pada mitigasi risiko dan kalkulasi target yang kita sudah lakukan sebelumnya, berdasarkan analisa situasi dan mitigasi resiko dengan bersumber pada sumber-sumber informasi terbuka maupun tertutup sebagaimana yang sudah disebutkan diatas. Karena tidak mungkin kita berjuang secara totalitas, sementara mitigasi dan kalkulasi target hanya akan menghasilkan dibawah kalkulasi target minimal yang sudah kita tentukan,” bebernya
Popon menegaskan, sepanjang belum ada arahan lebih lanjut untuk melakukan aksi atau kegiatan apapun yang serupa terkait dengan penyikapan terhadap SK UMK 2024.
“Kami minta kepada segenap anggota untuk bekerja seperti biasa, dan apabila ada ajakan atau informasi yang berseliweran terkait kegiatan aksi atau hal serupa, dimohon untuk melakukan konfirmasi terhadap Pengurus PUK SP TSK SPSI di perusahaan masing – masing,” pungkasnya
Redaktur : Ruslan AG





