
“Dengan berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa, guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi mahasiswa dalam membangun lingkungan kampus yang inklusif dan berdaya saing,” imbuhnya.
Sementara itu narasumber yang sekaligus merupakan Koordinator Daerah (Korda) BEM Nusantara (Bemnus) Jabar, Aris Gunawan memberikan pesan dan wawasan mendalam tentang interaksi sosial, nilai-nilai budaya, serta dinamika kehidupan mahasiswa di lingkungan kampus.
“Menjadi mahasiswa merupakan sebuah previlage yang tidak dimiliki semua orang, jikalau kamu seorang anak dari raja, pejabat, bangsawan, maka kami harus mempertahankan sejarah nama baiknya. Akan tetapi jika kamu anak orang biasa saja, maka kamu harus menciptakan sejarah agar menjadi siapa-siapa,” ujar Aris.
Diketahui, dalam pemaparan materi yang disampaikan, antropologi kampus diuraikan dari perspektif nilai-nilai budaya, tradisi, hingga dinamika perubahan yang terjadi seiring waktu.
“Tentunya dengan semangat diskusi rutin ini, BEM STIE Pasim terus membangun jembatan pemahaman antar mahasiswa dan menjadikan kampus bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai laboratorium sosial yang dinamis,” pungkasnya.
Reporter : M. Irsandi
Redaktur : Ruslan AG





