
JAMPANGTENGAH, sukabumizone.com || Sejumlah petani di Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, bakal mengalami kerugian jika kondisi cuaca masih kemarau atau belum turun hujan. Hal itu dikatakan, Endang (61) salah satu petani, asal Kampung Bungur, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah.
Ia menuturkan, banyak petani lain termasuk dirinya yang di bulan November lalu menanam padi, jagung, singkong, cabe rawit dan palawija lainnya.
“Jadi, hitungan petani itu bulan 11 atau November itu memang musim tanam dan biasanya memang sampai bulan Februari hingga Maret itu musim penghujan. Jadi, tanaman sudah normal karena usianya pun menginjak 3 sampai 4 bulan,” kata Endang kepada sukabumizone.com, Sabtu (23/12/23).
Namun, sambung Endang, hitungan itu meleset setelah lahan ditanami, hanya ada dua kali hujan. Jika sampai akhir bulan Desember masih belum ada hujan kemungkinan tanaman akan mati.
“Setelah ditanam baru diguyur dua kali hujan, itu pun bulan November. Jika akhir Desember tak ada hujan pasti tanaman mati,” ucapnya.
Endang beraharap adanya solusi dari pemerintah terkait dengan kondisi seperti ini. Pasalnya, ada hektaran lahan pertanian di Desa Bojongjengkol yang sudah ditanami dan terancam gagal panen.
“Kami dan warga Jampangtengah berharap pemerintah ada solusi terkait tanaman kami. Di Desa Bojongjengkol saja ada ratusan hektar, mereka sudah tanam di bulan November lalu. Kami berharap pihak pemerintah ada solusi terbaik jika modal kami hancur lantaran tanaman kekeringan,” bebernya.
Senada dengan Endang. Usup (54) Warga Kampung Bungur, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi pun mengaku, setiap tahun bercocok tanam dari mulai cabe, kacang tanah, jagung dan palawija lain pada bulan November kemarin dan lahan yang sudah ditanami cukup luas.
“Untuk kacang tanah saja itu hampir 3 hektar, cabe 1 hektar dan untuk jahe tahun 2022 lalu kita tanam hampir 10 hektar. Namun, untuk jahe kita sebar diberbagai wilayah dan hasilnya lumayan. Tetapi, tahun ini rasanya mau menangis jika melihat cuaca alam seperti ini, semoga saja ada keajaiban,” lirihnya.
Reporter: Hapid
Redaktur: Ruslan AG





