
JAMPANGTENGAH, sukabumizone.com || Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Rosidin, buka suara soal sejumlah petani di wilayahnya yang terancam gagal panen atau merugi lantaran kekeringan, Sabtu (23/12/2023).
Rosidin menuturkan. Menurut data, mayoritasnya warga Jampangtengah itu 70 persen petani, 20 persen pekerja buruh dan 10 persen imigran.
“Memang biasanya para petani tanam palawija, padi, dan lainnya itu di bulan November. Sebab, hitungan mereka (petani) antara Desember dan Januari musim penghujan, tanaman sudah di anggap stabil dalam kurun tiga bulan setelah tanam,” kata Rosidin kepada sukabumizone.com, Sabtu (23/12).
Namun, sambung Rosidin, hitungan para petani itu bisa dibilang meleset. Pasalnya, setelah lahan ditanami, selang beberapa minggu kondisi cuaca malah berubah dan tidak turun hujan.
“November petani tanam, selang beberapa minggu setelah mereka tanam hujan berhenti, ini sangat jauh dari dugaan kami. Secara pribadi kami khawatir dengan warga, mereka (petani) sudah mengeluarkan modal untuk upah, dan ini akan merugi. Kita hanya bisa mengelus dada, karena ini faktor alam,” pungkasnya.
Reporter: Hapid
Redaktur: Ruslan AG





