
BEM STIE Pasim saat menggelar diskusi rutin umum. Foto: Ist
SUKABUMI KOTA, sukabumizone.com || Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Pasim, kembali menggelar diskusi rutin umum (Disrum) dengan fokus membahas eksplorasi materi antropologi kampus. Hal ini, dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap dinamika kehidupan sosial di lingkungan kampus.
Diskusi yang berlangsung di Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa tersebut, dihadiri mahasiswa dari berbagai kelas, mulai dari reguler, hingga karyawan. Adapun, narasumber yang diundang salah satunya Korda Bemnus Jabar Aris Gunawan yang memberikan wawasan mendalam tentang interaksi sosial, nilai-nilai budaya, dan dinamika kehidupan mahasiswa di lingkungan kampus. “Menjadi mahasiswa merupakan sebuah previlage yang tidak dimiliki semua orang, jika seorang anak dari raja, pejabat, bangsawan, maka kami harus mempertahankan sejarah nama baiknya. Akan tetapi apabila anak dari orang yang biasa saja, maka harus menciptakan sejarah agar menjadi siapa-siapa,” ungkap Wakil Presma STIE Pasim, Muhammad Arya Sidiq kepada sukabumizone.com, Sabtu (30/12).
Lanjut Arya, kegiatan ini sebagai upaya memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang pentingnya memahami konteks sosial dalam kampus. “Antropologi kampus membantu memahami bagaimana budaya dan nilai-nilai yang berkembang di lingkungan dapat memengaruhi interaksi sosial dan pembentukan identitas mahasiswa,” ujarnya.
Tentunya, penekanan akan pentingnya pemahaman terhadap budaya kampus sebagai elemen kunci dalam membangun solidaritas dan identitas bersama. “Antropologi kampus menjadi kunci untuk memahami interaksi sosial, norma-norma, dan makna yang terkandung di dalamnya,” ungkapnya.
Kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi ajang refleksi bersama mahasiswa untuk lebih memahami perannya dalam membentuk identitas dan dinamika kehidupan. “Salah satunya, berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi mahasiswa, khususnya dalam membangun lingkungan kampus yang inklusif dan berdaya saing,” bebernya.
Arya menambahkan, dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif dalam membentuk kesadaran kolektif mahasiswa terhadap keberagaman budaya di kampus. “Dengan semangat diskusi rutin ini, BEM STIE Pasim terus membangun jembatan pemahaman antar mahasiswa dan menjadikan kampus bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai laboratorium sosial yang dinamis,” tutupnya.
Reporter: Rezza Mochamad Gunawan Subrata
Redaktur: Surya Adam





