
SUKABUMI KOTA, sukabumizone.com || Pertamina Sukabumi bersama Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (DPC Hiswana Migas) Sukabumi, terus berupaya mengoptimalkan penggunaan barcode dalam transaksi pembelian BBM, seperti yang telah berhasil diterapkan pada bio solar.
Bahkan, belum lama ini Pertamina dan DPC Hiswana Migas menggelar rapat koordinasi bersama lembaga penyalur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi yang dipusatkan di Kantor Sekretariat DPC Hiswana Migas, Jalan Sriwidari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.
Ketua DPC Hiswana Migas Sukabumi, H Eten Rustandi mengatakan, rapat ini dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan barcode dalam transaksi pembelian BBM, seperti yang telah berhasil diterapkan pada bio solar. “Kami ingin memastikan bahwa penggunaan barcode yang sudah 100 persen diterapkan pada bio solar juga bisa diterapkan sepenuhnya pada petralite. Harapannya, seluruh masyarakat Sukabumi dapat melakukan transaksi BBM di SPBU menggunakan barcode agar penyaluran lebih tepat sasaran,” kata Eten kepada wartawan, belum lama ini.
Eten menegaskan, masyarakat tetap memiliki banyak pilihan jenis BBM, seperti pertamax series dan pertamax dex, sehingga tidak ada alasan kesulitan dalam membeli BBM di SPBU. “Ada beragam pilihan BBM yang tersedia, dan penggunaan barcode khususnya untuk kendaraan roda empat yang membeli petralite diharapkan menjadi standar agar administrasi BBM bersubsidi lebih tertata,” jelasnya.
Dengan penerapan sistem ini, diharapkan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Sukabumi dapat lebih efisien dan tepat sasaran, mendukung kebutuhan masyarakat dan mengurangi potensi penyalahgunaan. “Lebih jelasnya untuk kendaraan roda empat, diharapkan memiliki barcode untuk transksi pembeliaan BBM. Ini kami lakukan sesuai dengan anjuran dari pemerintah, agar penggunaan BBM dapat lebih tepat sasaran dan tepat guna,” tutupnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager BBM Pertamina Sukabumi, Riza Rahmansyah mengatakan, kegiatan rapat ini merupakan kegiatan rutin untuk sosialisasi dan koordinasi mengenai program dan regulasi terbaru. “Kegiatan ini, sebagai upaya untuk membahas program subsidi tepat, seperti subsidi Petralite dan Bio Solar, serta memastikan implementasi yang tepat di lapangan,” ucapnya.
Lanjut Rizan, salah satu topik yang dibahas adalah mekanisme penyaluran bio solar, terutama bagi nelayan yang tidak memiliki kartu noupel. Saat ini, Pertamina telah menyediakan solusi dengan penggunaan barcode khusus yang bisa didapatkan nelayan melalui surat rekomendasi dari Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi. “Nelayan dapat mengajukan surat rekomendasi, kemudian SPBU akan mendaftarkan QR untuk memudahkan proses penyaluran bio solar,” ungkapnya.
Riza juga mengungkapkan, dari berbagai jenis BBM, petralite merupakan yang paling banyak digunakan di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. “Hampir 85 persen penggunaan BBM jenis bensin di wilayah ini adalah petralite,” tukasnya.
Reporter: Reiza
Redaktur: Ruslan AG





