
LENGKONG, sukabumizone.com || Rumah Mak Juariyah (75), warga Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan cukup parah setelah dihantam bencana secara bertubi-tubi.
Rumah Ema Juariyah itu rusak setelah beberapa kali diterjang bencana. Dari mulai tertimpa pohon tumbang, disapu angin kencang, hingga diguncang gempa. Saat ini, ia bersama keluarganya mengungsi atau numpang di tetangga karena rumahnya tidak layak untuk dihuni.
Anak Mak Juariyah, Herlan Suherlan (35) menuturkan, bahwa rumah ibunya itu memang kondisinya sudah lapuk dan tidak layak huni. Beberapa kali terkena dampak bencana hingga kerap mengungsi.

“Sebelumnya kami ngungsi sama tetangga karena rumah kena gempa, hujan, dan tertimpa pohon tumbang. Bagian paling parah ada di belakang rumah, sudah hancur sejak tertimpa pohon rambutan,” kata Herlan, kepada sukabumizone.com, Jumat (4/10/2024).
Herlan mengaku bingung dan pasrah melihat kondisi rumah ibunya itu. Pekerjaan serabutan salah satu alasan ia tidak mampu memperbaiki rumah ibunya.
“Perasaan campur aduk. Sedih karena saya sendiri bingung kalau harus membangun rumah ini. Saya kerja serabutan, untuk kebutuhan keluarga saja sudah susah, apalagi buat bangun rumah,” tuturnya.
Sepertinya, mimpi Mak Juariyah untuk memperbaiki rumah bakal menjadi kenyataan, setelah Aipda Diding Sukendar, Bhabinkamtibmas Desa Tegalega, Polsek Lengkong, Polres Sukabumi, bersama dengan Pemerintah Desa setempat meninjau ke lokasi.
“Pertama saya dapat laporan dari Kadus Mulyanda, setelah itu saya langsung berkoordinasi dengan Kades Fuad Abdul Latif. Kami datang ke desa, berdiskusi, dan kemudian bersama-sama mengecek tempat kejadian,” ujarnya.
Setelah pengecekan, sambung Diding, ternyata benar bahwa rumah bagian belakang dan samping milik Mak Juariyah dalam kondisi yang memprihatinkan.
“Kami bersama Pak Kades berencana ingin membangun kembali rumah Ibu Juariyah dengan sekuat tenaga. Tokoh agama dan masyarakat di sini siap membantu,” ucapnya.
Pembangunan rumah Mak Juariyah ini, lanjut Diding, mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. “Kami akan bantu pembangunan dari awal, karena kondisi rumah memang sudah tidak layak huni. Insya Allah, dengan gotong royong masyarakat dan bantuan dari aparat, rumah ini bisa berdiri kembali dengan layak,” pungkasnya.
Reporter : Hapid
Redaktur : Ruslan AG





