• Daerah
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
Sabtu, Januari 17, 2026
Sukabumizone
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
Sukabumizone
No Result
View All Result
Home Berita Politik

Fenomena “Syahadat Gocip” Merebak, Ketua Setgab Paslon Fahmi-Dida Desak KPU Bertindak

redaktur by redaktur
15 November 2024
in Politik
0
Ketua Setgab Paslon Achmad Fahmi-Dida Sembada, Wawan Juanda. | Foto: Ist

SUKABUMI KOTA, sukabumizone.com | Fenomena kampanye politik yang melibatkan pelafalan dua kalimat syahadat disertai pemberian uang Rp50 ribu, atau yang akrab disebut “Syahadat Gocip,” menjadi sorotan tajam di Kota Sukabumi. Praktik ini dilaporkan dilakukan oleh tim salah satu pasangan calon (paslon) wali kota Sukabumi, khususnya paslon nomor urut dua.

Ketua Sekretariat Gabungan (Setgab) Paslon Achmad Fahmi-Dida Sembada, Wawan Juanda, secara tegas mengecam metode kampanye tersebut. Ia menyebutnya sebagai praktik tidak etis yang mencederai nilai demokrasi serta membawa agama ke dalam ranah politik secara tidak sehat.

“Perilaku kampanye seperti ini sangat tidak etis dan masuk ke dalam pola kampanye yang tidak sehat. Membawa-bawa agama untuk tujuan politik adalah sesuatu yang tidak dapat kami terima,” ujar Wawan Juanda dalam konferensi pers, Rabu (15/11).

BacaJuga

Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Heri Gunawan: Banyak Prestasi, Makin Dicintai Rakyat, dan Disegani dalam Pergaulan Global

Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Heri Gunawan: Banyak Prestasi, Makin Dicintai Rakyat, dan Disegani dalam Pergaulan Global

20 Oktober 2025
Reses di Palabuhanratu, Hamzah Gurnita Terima Aspirasi Kiai dan Santri

Reses di Palabuhanratu, Hamzah Gurnita Terima Aspirasi Kiai dan Santri

15 September 2025
Soal Plt Ketua DPC PPP Sukabumi, Legislator Jabar Minta Tak Ada Rotasi Internal

Soal Plt Ketua DPC PPP Sukabumi, Legislator Jabar Minta Tak Ada Rotasi Internal

5 Agustus 2025
Jelang Pemilu 2029, Beberapa Tokoh Politik Sukabumi Dikabarkan Bakal Hijrah Ke PSI

Jelang Pemilu 2029, Beberapa Tokoh Politik Sukabumi Dikabarkan Bakal Hijrah Ke PSI

28 Juli 2025

Menurut Wawan, fenomena “Syahadat Gocip” ini tidak hanya terjadi sesekali, tetapi sudah dilakukan secara masif ke berbagai lapisan masyarakat. Bahkan, ia menyebut timnya menemukan bukti kuat bahwa masyarakat di berbagai wilayah dipaksa untuk melafalkan sumpah dengan mengucapkan, “Demi Allah,” serta membaca dua kalimat syahadat sebagai bentuk dukungan kepada paslon nomor urut dua.

“Kami di lapangan menemukan fakta mencengangkan. Praktik serupa terjadi di banyak tempat, memaksa masyarakat mengucapkan sumpah demi Allah dan melafalkan dua kalimat syahadat. Ini bukan hanya manipulasi, tetapi juga bentuk intimidasi,” tambah Wawan.

Menanggapi laporan tersebut, Wawan mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi untuk segera menindaklanjuti rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Laporan terkait dugaan pelanggaran kampanye oleh paslon nomor urut dua telah rampung diproses oleh Bawaslu, dan kini bola berada di tangan KPU.

“Saya mendesak KPU Kota Sukabumi untuk segera bertindak. Ini jelas-jelas masuk dalam pelanggaran kampanye, sesuai rekomendasi Bawaslu. Jangan biarkan praktik seperti ini mencederai proses demokrasi di Sukabumi,” tegas Wawan.

Wawan juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas pemilu di Kota Sukabumi. Ia berharap masyarakat dapat memilih secara cerdas, tanpa tekanan atau intervensi dari pihak mana pun.

“Kami ingin proses pilkada ini berjalan bersih, transparan, dan tanpa adanya tekanan. Masyarakat harus dibuat cerdas dalam memilih, sehingga mereka dapat menentukan pemimpin terbaik untuk Kota Sukabumi selama lima tahun ke depan,” tandasnya.

Ia memandang, fenomena ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Banyak yang merasa takut dengan pola kampanye yang membawa simbol agama dan menjurus pada pemaksaan. Beberapa warga bahkan enggan terlibat dalam kegiatan politik karena merasa terintimidasi.

Saat ini, pihak terkait, termasuk Bawaslu dan KPU, diharapkan dapat mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan permasalahan ini. Penegakan aturan kampanye yang adil dan berintegritas menjadi kunci untuk menciptakan pemilu yang sehat di Kota Sukabumi.

Editor : Surya Adam

Previous Post

Jalan Desa Padaraang Kebonmanggu Tuntas Dirabat Beton

Next Post

SMSI Bentuk Tim Kajian Kedaulatan Digital Indonesia

Next Post
SMSI Bentuk Tim Kajian Kedaulatan Digital Indonesia

SMSI Bentuk Tim Kajian Kedaulatan Digital Indonesia

BERITA POPULER

  • Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fakta Menarik Sejarah Berdirinya RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegas, DPD Golkar Sukabumi Hanya Ajukan Asjap dan Unang untuk Pilkada 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil dan Potensi Desa Nyalindung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PROFIL DESA CARINGIN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
https://sukabumizone.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Video-2025-07-05-at-14.07.01.mp4
Sukabumizone

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi

Redaksi

  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi