
BANTARGADUNG, sukabumizone.com || Pemerintah Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, menuntaskan tiga titik pembangunan fisik prioritas pada tahap pertama tahun anggaran 2025. Pembangunan ini didanai melalui Dana Desa (DD) non-earmark, yang memberikan fleksibilitas dalam mengakomodasi kebutuhan strategis masyarakat.
Kepala Desa Bantargadung, Uus Amrullah, menjelaskan bahwa tiga proyek tersebut mencakup dua titik pengaspalan ruas jalan desa Linggaresmi–Cumanggala, serta pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Sindangsari.
“Pekerjaan fisik ini merupakan realisasi program prioritas kami untuk mendukung konektivitas antarwilayah dan mengurangi risiko bencana. Semuanya bersumber dari Dana Desa non-earmark tahap satu tahun 2025,” ujar Uus saat ditemui di Kantor Desa, Selasa (10/6/2025).
Ruas jalan Linggaresmi–Cumanggala kini telah diaspal mulus setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan. Jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga dua dusun dalam menjalankan aktivitas harian, termasuk pertanian, pendidikan, dan perdagangan.
“Dulu warga kesulitan saat musim hujan karena jalan becek, berlubang dan licin. Sekarang mobilitas jadi lancar, hasil panen bisa cepat dibawa ke pasar,” jelas Uus.
Selain pengaspalan, Pemerintah Desa juga menyelesaikan pembangunan TPT di Kampung Sindangsari, salah satu wilayah yang tergolong rawan longsor akibat kontur tanah yang curam dan labil.

“Lokasi ini sering dikhawatirkan warga, apalagi saat musim hujan. TPT ini akan menjaga kestabilan lereng sekaligus melindungi pemukiman di sekitarnya,” ujar Uus.
Struktur TPT dibangun menggunakan beton berkualitas dan dilengkapi saluran drainase untuk mengurangi tekanan air saat hujan deras. ” Dengan di bangun nya TPT ini diharapkan mampu meminimalkan risiko bencana sekaligus memberikan rasa aman bagi warga setempat,” tambahnya.
Dana Desa non-earmark memberikan keleluasaan bagi pemerintah desa untuk menentukan skala prioritas berdasarkan kebutuhan lokal. Menurut Uus, mekanisme ini sangat membantu desa dalam mengambil keputusan cepat dan tepat, terutama untuk proyek-proyek strategis yang berdampak langsung ke masyarakat.
“Kami selalu mengedepankan transparansi dan melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan hingga pengawasan. Hasil pembangunan ini bukan hanya untuk dinikmati, tapi juga untuk dijaga bersama,” tegasnya.
Setelah sukses menuntaskan tiga titik pembangunan tahap awal, Pemerintah Desa Bantargadung berencana melanjutkan pengembangan infrastruktur lainnya di tahap berikutnya.
Melalui pendekatan partisipatif dan penggunaan anggaran yang tepat sasaran, Desa Bantargadung menunjukkan komitmennya dalam membangun desa dari bawah dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Reporter: Ginda Ginanjar
Redaktur: Ruslan AG





