
NYALINDUNG, sukabumizon.com || Siam Cement Group (SCG) melalui program bertajuk SCG Mentari, mengadakan tiga inisiatif utama yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Program ini saat ini tengah difokuskan di SDN Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
Salah satu anggota SCG Warrior Mentari, Rifan Mukti, menjelaskan bahwa program ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari pihak sekolah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kehutanan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar.
“Ketiga program tersebut meliputi: pertama, pilah sampah dari rumah; kedua, pembentukan komunitas Warrior Mentari; dan ketiga, program edukatif bertajuk Gentrasi Mentari yang saat ini menjadi pilot project di SDN Wangunreja,” ujar Rifan kepada sukabumizon.com, Rabu (11/06/2025).
Komunitas Warrior Mentari terdiri dari 20 pemuda pilihan yang berasal dari lima desa: Sukamaju, Wangunreja, Sirnaresmi, Tanjungsari, dan Kebonmanggu. Mereka bertugas menjadi agen perubahan dalam hal pengelolaan lingkungan di tingkat desa.
Rifan menambahkan, program ini tak hanya mengedukasi soal pemilahan sampah dan pelestarian lingkungan, tetapi juga mengadakan berbagai kegiatan seperti fun walking, sosialisasi lingkungan, bersih-bersih lingkungan, serta program adopsi pohon.

“Tujuan utama kami adalah membangun kesadaran masyarakat sejak dini akan pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan yang sehat. Kami ingin agar generasi muda bisa tumbuh dengan pemahaman yang kuat tentang pentingnya merawat bumi,” tegas Rifan.
Sebagai langkah awal, program Gentrasi Mentari difokuskan di SDN Wangunreja. Kegiatan diawali dengan edukasi langsung kepada siswa mengenai cara menanam pohon, tidak membuang sampah sembarangan, serta penerapan prinsip-prinsip ramah lingkungan lainnya.
Sebelum program dijalankan, SCG juga melakukan pre-test kepada para siswa untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka terhadap isu lingkungan.
“Kami tidak ingin langsung memberikan tugas yang mungkin belum pernah mereka lakukan. Oleh karena itu, pendekatannya bertahap, diawali dengan pemahaman dasar. Setelah pre-test, kami melihat adanya peningkatan pemahaman yang signifikan. Misalnya, siswa yang awalnya belum tahu cara menyiram tanaman, kini sudah paham dan mulai terbiasa,” pungkas Rifan.
Reporter: Restu Virmansyah
Redaktur: Ginanjar





