
SUKALARANG, sukabumizone.com ||
Nasib tragis menimpa Ananda Muhammad Hibban (2), balita asal Kedusunan Buluh, Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Anak malang tersebut mengalami gizi buruk akut hingga menyebabkan kondisi otaknya tidak lagi berfungsi (brain death).
Kepala Desa Semplak, Nura Widarnangti membenarkan bahwa warganya tengah berjuang menghadapi kondisi kesehatan yang sangat serius.
“Benar, Ananda Muhammad Hibban mengalami gizi buruk hingga gagal tumbuh kembang. Berdasarkan hasil diagnosa dari rumah sakit tempat Ananda dirawat, otaknya tidak lagi berfungsi dengan normal,” ungkap Nura, Jumat (29/8/2025).
Dijelaskannya, sejak usia empat bulan Ananda sudah menunjukkan gejala sering kejang akibat penyakit bawaan. Saat ini, ia tinggal bersama kedua orang tuanya dan sang nenek dalam satu rumah dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas.
“Ibunya masih sangat muda, baru sekitar 20 tahun, dan keluarga ini tergolong tidak mampu. Faktor ekonomi sangat mempengaruhi asupan gizi Ananda yang tidak tercukupi secara layak, baik dari sisi kalori, protein hewani, nabati, maupun vitamin dan mineral,” tambahnya.

Kondisi tersebut membuat Ananda tidak bisa mengonsumsi makanan padat seperti anak-anak seusianya. Ia hanya dapat mengonsumsi makanan cair atau lembut dengan bantuan perawatan khusus.
Meski demikian, Pemerintah Desa Semplak bersama kader kesehatan desa, petugas Puskesmas, dan pihak Kecamatan terus melakukan pendampingan secara intensif.
“Untuk pengobatan rutin setiap bulannya ke rumah sakit, Ananda selalu kami dampingi dan menggunakan fasilitas BPJS. Tapi kami sangat berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun pusat,” tutur Nura.
Ia juga berharap agar keluarga Ananda dapat segera menerima bantuan sosial, baik melalui Program Keluarga Harapan (PKH) maupun program lainnya, agar beban keluarga dapat sedikit teringankan.
“Kami sudah mengupayakan segala hal yang bisa dilakukan di tingkat desa, namun tentu kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu adanya dukungan dari semua pihak,” pungkasnya.
(MA)





