SUKABUMI KAB, sukabumizone.com || Kisah pilu datang dari Kampung Cibogo, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Seorang anak penderita epilepsi sekaligus lumpuh layu, harus berjuang tanpa perawatan medis memadai lantaran keterbatasan ekonomi dan tidak memiliki BPJS Kesehatan.
Dari informasi yang diperoleh sukabumizone.com, selama dua bulan terakhir sang anak kerap mengalami kejang setiap hari. Kondisinya kini sedikit membaik, namun belum pernah sekalipun dibawa berobat ke rumah sakit. Selama ini, perawatan hanya sebatas ditimbang di posyandu, diberi vitamin, dan menjalani pijat tradisional.
“Masalah utama ada di keterbatasan biaya dan ketiadaan BPJS. Keluarga tidak mampu membawa anak ke fasilitas kesehatan yang lebih layak,” kata Kepala Desa Bantarkalong, Rohmatullah kepada wartawan, Selasa (29).
Sebagai solusi, tim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersama Pemdes Bantarkalong berinisiatif membawa sang anak ke poli anak, dengan terlebih dahulu mengurus rujukan dari puskesmas setempat. “Alhamdulillah pendampingan ini juga mendapat perhatian dari anggota Dewan PKB, Zainul Munasichin,” ujarnya.
Kasus ini, menambah deretan potret buram akses kesehatan di kalangan masyarakat tidak mampu, sekaligus menjadi pengingat pentingnya dukungan berbagai pihak agar setiap anak berhak memperoleh perawatan medis yang layak. “Semoga dengan upaya yang dilakukan bisa membantu meringankan beban warga,” pungkasnya.
Reporter : Restu Virmansyah
Redaktur : Ginda Ginanjar





