
GUNUNGGURUH, sukabumizone.com ll Suasana penuh semangat kini tengah mewarnai berbagai Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Hal ini menyusul persiapan menghadapi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan yang akan segera digelar tahun ini.
Para guru dan pembina tampak tak kenal lelah memberikan pelatihan intensif kepada para siswa. Di setiap ruang kelas maupun lapangan sekolah, terlihat anak-anak berlatih membaca sajak, menulis cerita pendek, hingga mendalami pidato berbahasa daerah.
Latihan tersebut dilakukan secara rutin agar para peserta benar-benar siap tampil maksimal ketika hari perlombaan tiba.
Kepala SDN Parakanlima, Abun Bunyamin, menuturkan bahwa pihaknya menyambut baik pelaksanaan FTBI ini. Menurutnya, festival tersebut tidak hanya sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana penting untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah.
“Para guru dan pembina terus memberikan pelatihan intensif agar siswa lebih siap. Harapannya, anak-anak bisa tampil percaya diri dan membawa nama baik sekolah dalam ajang FTBI ini,” kata Abun Bunyamin kepada sukabumizone.com belum lama ini.
Lebih lanjut ia menambahkan, antusiasme para siswa cukup tinggi. Hampir setiap hari mereka berlatih dengan penuh kesungguhan, meskipun harus membagi waktu dengan kegiatan belajar mengajar reguler.
“Kami juga bersyukur karena dukungan orang tua dan masyarakat sangat besar. Mereka ikut memotivasi anak-anak agar semangat dalam mengikuti setiap sesi latihan,” tambahnya.
Festival Tunas Bahasa Ibu sendiri merupakan program tahunan yang digagas untuk melestarikan bahasa dan budaya daerah, khususnya bahasa Sunda di wilayah Jawa Barat. Melalui berbagai mata lomba, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya mereka.
Dengan persiapan yang matang, Abun Bunyamin optimistis sekolah-sekolah di Kecamatan Gunungguruh dapat bersaing secara sehat dan menunjukkan prestasi terbaik. “Kami berharap ajang ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi lebih kepada bagaimana menanamkan nilai cinta budaya lokal sejak dini,” tuturnya.
Di sisi lain, keberadaan FTBI juga disambut positif oleh para guru di sekolah lain di Gunungguruh. Mereka menilai, kegiatan ini memberi ruang kreativitas bagi siswa dan menjadi wadah pembinaan bakat di bidang bahasa daerah. Bahkan, tak sedikit guru yang rela meluangkan waktu di luar jam pelajaran hanya untuk memastikan anak didiknya siap menghadapi perlombaan.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, besar harapan FTBI tahun ini dapat berjalan sukses. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan kebanggaan terhadap bahasa dan budaya daerahnya.
Reporter : Restu Virmansyah
Redaktur : Ginda Ginanjar





