• Daerah
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
Selasa, Maret 17, 2026
Sukabumizone
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
        • Profil Kecamatan
        • Profil Desa
        • Profil Polsek
        • Profil SMK/Sederajat
        • Profil Sekolah Dasar
        • PAUD
        • PGRI
        • PPNI
        • Profil Yayasan
        • Teras
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi
No Result
View All Result
Sukabumizone
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

Jembatan Lapuk Hambat Sekolah dan Ekonomi di Kampung Leuwidingding

redaktur by redaktur
28 September 2025
in Daerah, HEADLINE
0

JAMPANGTENGAH, sukabumizone.com || Puluhan warga Kampung Leuwidingging, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, memadati area jembatan gantung yang sudah rapuh dan berisiko, Minggu (28/9).

Aksi yang dipimpin langsung Ketua RW bersama ibu-ibu kader ini, menjadi simbol kuat desakan masyarakat agar pemerintah segera membangun jembatan permanen. Pasalnya, jembatan gantung yang menjadi satu-satunya jalur penghubung antar wilayah kini kondisinya kian memprihatinkan. Bagai mana tidak, tali kawat berkarat, lantai kayu mulai lapuk, dan jika hujan deras, arus sungai di bawahnya kerap meluap hingga membuat warga ketakutan melintas. Padahal, jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan tiga kecamatan sekaligus diantaranya, Kecamatan Jampangtengah, Cikembar, dan Gunungguruh.

“Setiap hari kami melewati jembatan ini dengan rasa cemas. Kalau musim hujan, apalagi, situasinya sangat berbahaya. Kami berharap Bupati Sukabumi dan Gubernur Jawa Barat segera turun tangan membangun jembatan permanen,” kata Ketua RW Leuwi Dingging, Puloh (52) saat ditemui sukabumizone.com, Minggu (28/9/2025).

BacaJuga

Muhibah Ramadan Berakhir di Cidahu, Bupati: Kemantapan Jalan Sukabumi Baru 62 Persen

Muhibah Ramadan Berakhir di Cidahu, Bupati: Kemantapan Jalan Sukabumi Baru 62 Persen

16 Maret 2026
Muhibah Ramadan, Bupati Asep Japar Tegaskan Banyak Pembangunan Infrastruktur di Sukabumi Tahun 2026

Muhibah Ramadan, Bupati Asep Japar Tegaskan Banyak Pembangunan Infrastruktur di Sukabumi Tahun 2026

16 Maret 2026
Jamkrindo Catat Penjaminan Rp27,68 Triliun, Dorong UMKM Tumbuh dan Serap 1,8 Juta Tenaga Kerja

Jamkrindo Catat Penjaminan Rp27,68 Triliun, Dorong UMKM Tumbuh dan Serap 1,8 Juta Tenaga Kerja

16 Maret 2026
Ramadan Aman Nyaman, PLN Ajak Pelanggan Bayar Listrik Tepat Waktu

Ramadan Aman Nyaman, PLN Ajak Pelanggan Bayar Listrik Tepat Waktu

15 Maret 2026

Menurut warga, keberadaan jembatan permanen bukan sekadar mempermudah akses menuju sekolah, pasar, maupun fasilitas umum lainnya, tetapi juga menjadi penopang utama roda perekonomian masyarakat. “Kalau ada jembatan permanen, hasil pertanian bisa lebih mudah dibawa ke pasar, pedagang juga tidak kesulitan distribusi barang. Jadi bukan hanya warga yang terbantu, tapi ekonomi seluruh wilayah sekitar bisa tumbuh,” ungkap salah seorang warga.

Bagi anak sekolah, jembatan ini menjadi jalur wajib setiap pagi. Tidak jarang, hujan deras membuat para orang tua menahan napas saat melihat anak-anak mereka meniti jembatan rapuh itu hanya dengan berpegang pada kawat penyangga. “Kondisi inilah yang mendorong warga bersatu menyuarakan aspirasi. Kami menilai, pembangunan jembatan permanen di Leuwidingging sudah masuk kategori mendesak dan tidak bisa ditunda lagi,” tegasnya.

Hingga kini, warga masih menunggu respons nyata dari pemerintah daerah maupun provinsi. “Harapan kami sederhana. Akses yang aman, layak, dan memberi kepastian bagi masa depan anak-anak serta keberlangsungan ekonomi masyarakat,” tukasnya.

Reporter : Restu Virmansyah
Redaktur : Ginda Ginannjar

Previous Post

Perempuan Dilindungi, Daerah Diberdayakan: Lina Ruslinawati Gencarkan Sosialisasi Perda No. 2/2023

Next Post

Menuju Sukabumi Mubarokah, Kecamatan Nyalindung Gelar Kajian Rutin Bulanan di Desa Kertaangsana

Next Post
Menuju Sukabumi Mubarokah, Kecamatan Nyalindung Gelar Kajian Rutin Bulanan di Desa Kertaangsana

Menuju Sukabumi Mubarokah, Kecamatan Nyalindung Gelar Kajian Rutin Bulanan di Desa Kertaangsana

BERITA POPULER

  • Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    Tolak Kenaikan Upah 6,5 persen Tahun 2025, SP TSK SPSI Kecewa dengan Sikap Apindo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fakta Menarik Sejarah Berdirinya RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegas, DPD Golkar Sukabumi Hanya Ajukan Asjap dan Unang untuk Pilkada 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil dan Potensi Desa Nyalindung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PROFIL DESA CARINGIN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
https://sukabumizone.com/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Video-2025-07-05-at-14.07.01.mp4
Sukabumizone

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi

Redaksi

  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • NUANSA DESA
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • BERITA
    • PENDIDIKAN
    • INFO
      • Info Layanan
      • TV
      • Lalulintas
      • LBH Pers
      • PROFIL
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • PROMO
      • Kuliner
      • Promo-Sukabumi

© 2022 Sukabumizone - Portal Berita Sukabumi