
SUKABUMI, sukabumizone.com || Pemerintah Desa Parungseah, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Penyaluran bantuan periode bulan Oktober 2025 ini dilaksanakan pada Selasa, 14 Oktober 2025, bertempat di Aula Kantor Desa Parungseah.
Sebanyak 40 KPM menerima bantuan tersebut, yang merupakan bagian dari program prioritas nasional dalam rangka pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah pedesaan. Kegiatan penyaluran ini berjalan lancar dan tertib, dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Kepala Desa Parungseah, Muhamad Munir, melalui operator media sosial resmi Desa Parungseah, Agum Gumelar, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat miskin ekstrem yang terdampak kondisi sosial dan ekonomi saat ini.
“Penyaluran BLT-DD ini kami laksanakan setiap bulan sebagai upaya konkret pemerintah desa untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya mereka yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem,” ungkap Agum Gumelar, mewakili Kepala Desa.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa data penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan validasi yang ketat sesuai dengan pedoman dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), agar penyaluran tepat sasaran.
“Kami memastikan bahwa bantuan ini diterima oleh warga yang memang sangat membutuhkan, dan kami berkomitmen menjaga transparansi dalam setiap proses penyalurannya,” tambahnya.
Penyaluran dilakukan secara langsung oleh aparatur desa dengan pengawasan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Muspika Kecamatan Sukabumi, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan dan menghindari potensi penyelewengan.
Dengan disalurkannya BLT-DD periode Oktober ini, diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga serta menjadi bagian dari solusi jangka pendek dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat desa.
Reporter: Dede Mardi
Redaktur: Ginanjar





