
JAMPANGTENGAH, sukabumizone.com || Pemerintah Desa (Pemdes) Bantarpanjang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, terus berkomitmen dalam meningkatkan infrastruktur desa sebagai upaya mendukung pemerataan pembangunan dan memperlancar aktivitas warga. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah pembangunan rabat beton di Tanjakan Sempur, yang merupakan akses vital penghubung antar kampung dan kedusunan di wilayah tersebut.
Pembangunan rabat beton tersebut dibiayai melalui Dana Desa (DD) non-earmarked tahun anggaran 2025, dengan nilai anggaran sebesar Rp75.250.000. Kegiatan tersebut berlokasi di Kampung Pamoyanan RT 11/RW 03, dengan volume pekerjaan sepanjang 207 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 0,1 meter.
Jalan yang dibangun merupakan penghubung antara Kampung Cijaha dengan tiga kedusunan di Desa Bantarpanjang, yaitu Pamoyanan, Ciomas, dan Mariuk. Ketiga wilayah tersebut sangat bergantung pada akses jalan tersebut untuk berbagai kegiatan, mulai dari mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Menurut Farid Hidayatullah, Kaur Perencanaan Desa Bantarpanjang, yang mewakili kepala Desa Mulyadin,mengatakan pembangunan ini merupakan hasil dari perencanaan matang serta masukan masyarakat dalam forum musyawarah desa.
“Tanjakan Sempur ini adalah salah satu akses penting bagi warga. Kami prioritaskan pembangunannya karena kondisinya yang sebelumnya rusak parah dan membahayakan, terutama saat musim hujan. Sekarang, dengan rabat beton, warga bisa melintas dengan lebih aman dan nyaman,” ungkap Farid kepada sukabumizone.com, Selasa ( 21/10)
Lebih lanjut Farid menjelaskan, pembangunan dilakukan secara bertahap dan melibatkan masyarakat sekitar sebagai bentuk pemberdayaan serta transparansi penggunaan anggaran. Pelaksanaan kegiatan juga diawasi langsung oleh Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPKD) bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk menjamin kualitas pekerjaan.
Sejumlah warga yang ditemui di lokasi menyambut positif pembangunan ini. Mereka menilai langkah pemerintah desa sangat tepat, mengingat jalan tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat karena sering berlumpur dan licin saat hujan, sehingga menghambat aktivitas harian.
“Sebelumnya susah sekali lewat sini. Kalau hujan, motor sering selip, apalagi kalau bawa hasil tani. Alhamdulillah sekarang jalannya sudah dicor, semoga awet dan bermanfaat lama,” ujar Asep (47), salah seorang warga Kampung Mariuk.
Pemerintah Desa Bantarpanjang berharap pembangunan rabat beton ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di dalam desa. Jalan yang baik diharapkan menjadi pemicu bagi kegiatan produktif warga, sekaligus mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa.
Farid juga mengimbau kepada masyarakat agar menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun, karena pembangunan infrastruktur yang baik hanya akan optimal jika didukung oleh kesadaran warga dalam pemeliharaannya.
“Ini milik kita bersama. Pemerintah hanya memfasilitasi, tapi keberhasilan pembangunan ini tergantung dari kita semua untuk menjaganya agar manfaatnya bisa dirasakan hingga bertahun-tahun ke depan,” pungkasnya.
Reporter: Ginanjar
Redaktur: Ruslan AG





