
CIKEMBAR, sukabumizone.com ll Kepala Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Ijang, memberikan apresiasi tinggi atas penyaluran bantuan sosial yang diberikan kepada para lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas di wilayahnya.
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah melalui program Kementerian Sosial Republik Indonesia yang berkolaborasi dengan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) Phala Martha Sukabumi.
Diketahui, BRSPDM Phala Martha merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di bawah naungan Kementerian Sosial RI yang memiliki peran penting dalam memberikan layanan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas mental. Melalui berbagai program yang dijalankan, lembaga ini berkomitmen untuk membantu pemulihan, peningkatan kemandirian, serta pemberdayaan bagi para penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia.
Program bantuan sosial yang disalurkan di Desa Cibatu kali ini mencakup pemberian kursi roda, tongkat, dan paket beras PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi para penerima manfaat. Sedikitnya 11 orang warga dari berbagai dusun di Desa Cibatu menerima bantuan tersebut. Penyaluran dilakukan secara langsung dan disambut hangat oleh masyarakat penerima manfaat.
Kepala Desa Cibatu, Ijang, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial serta dukungan dari Sentra Phala Martha Sukabumi.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Sosial dan pihak Phala Martha yang telah menyalurkan bantuan kepada warga kami. Bantuan ini sangat bermanfaat, terutama bagi para lansia dan penyandang disabilitas yang memang membutuhkan perhatian khusus,” ujar Ijang kepada sukabumizone.com Jum’at (31/10/2025).
Ia menambahkan, program bantuan seperti ini sangat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang termasuk dalam kelompok rentan. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan sosial masyarakat di tingkat desa menunjukkan komitmen nyata dalam membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Bantuan ini bukan hanya bentuk perhatian, tapi juga dorongan moral bagi kami di desa untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat. Kami akan terus mendukung upaya-upaya pemberdayaan dan pelayanan sosial agar masyarakat kami dapat hidup lebih layak dan mandiri,” tambahnya.
Sementara itu, pihak pendamping rehabilitasi sosial (Resos) dari Kabupaten Sukabumi, Hana Hanifa, menjelaskan bahwa program bantuan ini merupakan bagian dari kegiatan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang telah berjalan selama beberapa tahun. Program tersebut tidak hanya menyasar penyandang disabilitas mental, tetapi juga meliputi anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
“Program ATENSI ini menjadi wujud nyata pelayanan sosial yang inklusif. Kami berharap melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat desa maupun kabupaten, bantuan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” jelas Hana.
Dengan semangat kolaboratif antara Kementerian Sosial, BRSPDM Phala Martha, dan pemerintah desa, kegiatan ini menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah masyarakat. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, program ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di Kabupaten Sukabumi.
Reporter : Restu Virmansyah
Resaktur : Ginda Ginanjar





