SUKABUMI KAB, sukabumizone.com || Wakil Bupati Sukabumi meninjau langsung lokasi terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Cisolok, Jumat (31/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Pelaksana BPBD Eki Radiana Rizki, unsur Forkopimda, serta Camat Cisolok.
Peninjauan dimulai dari Posko Kecamatan Cisolok, kemudian berlanjut ke sejumlah titik terdampak di Desa Cikahuripan, Desa Sukarame, Desa Wangunsari, dan Desa Karangpapak.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati berdialog langsung dengan warga terdampak untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, pelayanan administrasi kependudukan harus segera dilakukan secara jemput bola. Tim kesehatan juga sudah siap, dan kondisi di lapangan saat ini relatif kondusif,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penanganan Tembok Penahan Tebing (TPT) aliran sungai yang jebol dan menyebabkan banjir di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah sudah ada koordinasi dengan provinsi. Kondisi hari ini sudah membaik, dan Insya Allah ke depan penanganannya akan berjalan lebih optimal,” ungkapnya.
Wakil Bupati juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat dalam proses evakuasi material banjir serta pembersihan area terdampak. Ia menilai kekompakan lintas elemen menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana.
Sementara itu, terkait status penanganan darurat bencana (PDB), ia menyebut keputusan lanjutan masih menunggu hasil rapat koordinasi yang dijadwalkan hari ini.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyerahkan secara simbolis dokumen administrasi kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) kepada warga terdampak bencana.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sukabumi per 30 Oktober 2025, banjir dan longsor di Kecamatan Cisolok mengakibatkan 50 rumah rusak berat, 52 rumah rusak sedang, 39 rumah rusak ringan, dan 4 rumah berstatus terancam. Sebanyak 577 rumah sempat terendam banjir, namun saat ini air telah surut.
Selain permukiman, bencana juga merusak empat jembatan, lima tembok penahan tebing (TPT), satu tempat ibadah, satu sekolah, serta satu bangunan fasilitas umum lainnya.
Redaktur: Ruslan AG





