
CIKEMBAR, sukabumizone.com ll Longsornya tebing setinggi 6 meter dengan panjang sekitar 40 meter terjadi di area persawahan Babakan, RT 04/05, Kedusunan Cijolang, Desa Parakanlima, Kecamatan Sukabumi.
Tebing tersebut merupakan bagian dari lahan persawahan yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Sugih Tani dan jebol beberapa hari lalu akibat derasnya luapan Sungai Cimandiri.
Peristiwa tersebut terjadi setelah aliran Sungai Cimandiri meluap dan menggerus bagian bawah tebing secara terus-menerus hingga akhirnya runtuh. Akibatnya, satu unit bangunan irigasi pompa (Irpom) terancam, serta lahan persawahan milik petani yang baru memasuki sekitar 20 hari masa tanam berada dalam kondisi rawan terdampak lebih parah.
Ketua Kelompok Tani Sugih Tani, Aep Suhaepi, melalui pengelola keuangan poktan, Saptudin, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada penanganan atau perbaikan dari pihak pemerintah mana pun sejak kejadian tersebut pertama kali terjadi.
“Longsornya tebing ini sangat mengkhawatirkan. Selain mengancam satu unit bangunan Irpom, hektaran sawah milik petani yang baru ditanami juga terancam gagal panen jika terjadi luapan air susulan,” ujarnya. Kepada Sukabumizone.com Rabu (31/12/2025).
Menurutnya, jika tidak segera ditangani, aliran Sungai Cimandiri akan terus menggerus bagian bawah tebing, sehingga potensi longsor lanjutan sangat besar dan dapat memperluas dampak kerusakan di area persawahan.
Pihak Poktan Sugih Tani berharap adanya perhatian serius dari seluruh pihak terkait, baik pemerintah desa, kecamatan, hingga instansi teknis di tingkat kabupaten, untuk segera melakukan penanganan darurat dan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) secara permanen.
“Kami berharap segera ada perbaikan dan pemasangan TPT permanen agar kejadian serupa tidak terus berulang. Ini demi melindungi lahan pertanian dan keberlangsungan usaha tani warga,” pungkasnya.
Reporter : Restu Virmansyah
Redaktur : Ginda Ginanjar





